13 August 2019, 09:43 WIB

Pria Bisu Tanpa Identitas Ditemukan di Masjid Manggarai


Yohanes Manasye | Nusantara

MI/Yohanes Manasye
 MI/Yohanes Manasye
Pria bisu tanpa identitas (berkemeja kota-kotak) saat diperiksa petugas di Polsek Manggarai, Senin (12/8) malam. 

SEORANG pria bisu tanpa identitas ditemukan warga di Masjid Nurul Barokah Kedindi, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT pada Senin (12/8) malam. Pria dewasa yang belum diketahui asal-usulnya itu, kini diamankan oleh polisi di Polsek Manggarai.

Kepala Polsek Reo, Ipda Alvian Hidayat, menjelaskan awalnya pria itu ditemukan oleh Musi, 40 warga setempat yang sedang salat di masjid tersebut. Pria itu membawa sebuah tas warna coklat lalu ikut salat di masjid tersebut.

Penasaran dengan kehadiran seorang warga asing, Musi langsung menghampirinya usai salat. Namun saat diajak bicara, pria itu hanya menjawab dengan bahasa isyarat.

"Saat Musi menanyakan asal-usulnya, pria itu tidak bisa bicara. Dia hanya menggunakan bahasa isyarat," jelas Alvian kepada Media Indonesia, Selasa (13/8).
 
Kemudian warga setempat menghubungi anggota Polsek Reo untuk mengamankan pria itu. Setiba di Markas Polsek Reo sekitar pukul 21.30 Wita, polisi memeriksa isi tas coklat yang ia bawa.

"Setelah kami periksa, tidak ditemukan adanya barang bawaan berbahaya maupun barang-barang terlarang lainya," ujar Alvian.

Pria itu masih diamankan oleh Polsek Reo. Sambil berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial Kabupaten Manggarai, polisi berupaya untuk mencaritahu asal-usulnya dengan menunjukkan gambar dan lambang kota di seluruh Indonesia.

Saat petugas menunjukkan gambar dan lambang kota, ia menunjuk gambar dan lambang kota Lampung Timur. Ketika petugas menunjuk gambar dan lambang kota lain, dia menggeleng kepala dan kembali menunjuk gambar dan lambang kota Lampung Timur. Ia juga mengambil kertas dan menggambar mirip lambang kota Lampung Timur.

baca juga: Kebakaran Melanda Gunung Batukaru

Polisi masih kesulitan untuk mengetahui asal-usul pria itu karena selain tidak dapat berbicara, ia juga tidak bisa menulis.

"Dia hanya bisa menggambar sebagai salah satu tanda isarat saat berkomunikasi," ujar Alvian. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT