13 August 2019, 07:10 WIB

Pengeboman Air Dimaksimalkan untuk Mengurangi Kabut Asap


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Lima Helikopter Diturunkan Padamkan Karhutla.

LUASNYA area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mendapat perhatian khusus dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Kami ada upaya mengerahkan pesawat Hercules untuk melakukan pengeboman bola air setelah mendapat informasi dari BMKG bahwa curah hujan bisa dikelola untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC) pada awal Oktober. Bulan ini sampai Oktober kering sehingga upaya kami ialah bom air,” kata Panglima TNI di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru, kemarin malam.

Hadi bersama Kapolri, Kepala BNPB Doni Monardo, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengunjungi Riau untuk meninjau penanggulangan karhutla di provinsi tersebut.

Berdasarkan informasi, cuaca di Provinsi Riau cenderung panas hingga akhir Oktober. ­Bahkan, pelaksanakan TMC untuk menghasilkan hujan buatan baru dimungkinkan pada awal bulan depan.

Selama ini, Satgas Karhutla Riau mengandalkan operasi pengeboman air menggunakan tujuh helikopter bantuan BNPB serta helikopter dari perusahaan dan Kementerian LHK.

Satgas Karhutla Riau melaporkan lebih dari 4.900 hektare lahan gambut terbakar sepanjang 2019. Lebih dari 2.000 hektare di antaranya terbakar dalam rentang waktu Juli-Agustus.

Masifnya kebakaran di Riau berdampak pada pekatnya kabut asap yang mengepung sejumlah daerah di wilayah itu. Salah satu wilayah terparah dikepung asap ialah Pekanbaru sampai akhirnya ibu kota Riau itu menetapkan status darurat kabut asap.

Citra satelit Terra Aqua dan Suomi NPP, kemarin, menunjukkan di Bangka dan Belitung Timur terpantau ada delapan titik panas.

Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan kedelapan titik panas akibat karhutla itu berada di Bangka empat titik dan empat titik di Belitung Timur.

Untuk menekan maraknya karhutla di Flores Timur, NTT, pemerintah daerah setempat mulai menindak tegas warga yang membakar lahan dan membuang puntung rokok dengan sengaja, di ­samping memberdayakan hutan dan lahan untuk dimanfaatkan secara ­optimal oleh masyarakat. (Ami/RF/FB/Ant/X-3)

BERITA TERKAIT