13 August 2019, 07:15 WIB

Wacana 10 Kursi Ketua MPR belum Jelas


Despian Nurhidayat | Politik dan Hukum

ANTARA/Hafidz Mubarak A
 ANTARA/Hafidz Mubarak A
Para pimpinan MPR masa jabatan 2005-2009 mengadakan rapat di Komplek Parlemen, Senayan, Juli lalu.

JABATAN Ketua MPR semakin hangat diperbincangkan. Posisi itu menjadi rebutan partai-partai yang lolos ke parlmen. Setidaknya ada enam partai yang mengincar posisi tersebut yaitu Golkar, PKB, PDIP, NasDem, PPP, dan Gerindra.

Dengan adanya enam partai yang mengincar posisi ini, wacana menjadikan pimpinan MPR menjadi 10 orang pun makin menjadi-jadi.

Menanggapi hal itu, Politikus PDIP Aria Bima mengatakan hal itu merupakan permasalahan yang diurus Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah.

"Sejauh ini belum ada perkembangan lebih lanjut soal kursi MPR ini. Setahu saya yang urus itu Pak Basarah," ungkap Bima saat dihubungi Media Indonesia, Senin (12/8) malam WIB.

Sebelumnya, Basarah pun mengatakan sebaiknya pemilihan ketua MPR dilakukan melalui musyawarah mufakat, bukan lewat voting.

Baca juga: Tak Ada Urgensi Jadikan Pimpinan MPR 10 Orang

Hal itu tentu saja bertentangan dengan isu wacana yang mengatakan kursi Ketua MPR sebaiknya berisikan 10 pimpinan.

Sementara itu, enam partai yang memperebutkan posisi Ketua MPR itu pun telah menyodorkan calon-calonnya seperti Golkar yang memilih Aziz Syamsuddin dan Zainudin Amali.

Kemudian PKB lewat ketua umumnya Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Selanjutnya PDIP yang kabarnya bakal mengusung nama Ahmad Basarah, Yasonna H Laoly, Andreas Hugo Pareira, dan Trimedya Pandjaitan.

Adapun Partai Gerindra bakal diajukan nama Ahmad Muzani. Untuk Partai NasDem ada nama Lestari Moerdijat dan terakhir PPP akan mencalonkan Arsul Sani yang kini tengah menjabat sebagai sekretaris jenderal. (OL-2)

BERITA TERKAIT