12 August 2019, 22:22 WIB

Satu Titik Api Hutan Gunung Ciremai Belum Padam


mediaindonesia.com | Humaniora

Dok. BNPB
 Dok. BNPB
Proses pemadaman di Taman Nasional gunung Ciremai

BERDASARKAN pantauan Tim Apuy, satu titik api di hutan Gunung Ciremai belum padam hingga Senin (12/8) pukul 17.00 WIB. Titik api teridentifikasi berlokasi di sebelah atas Blok Sanghiyang Rangka, jalur pendakian Apuy.

Tim Apuy yang berjumlah 20 orang merupakan bagian dari tim gabungan yang dibentuk untuk pemadaman api di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).

"Sementara itu, tim pos taktis Sanghiyang Ropoh memulai kegiatan pemadaman pukul 06.00 WIB secara manual di 2 titik api yang berada di sebelah atas Blok Sanghiyang Ropoh dan api berhasil di padamkan pada pukul 15.00 WIB," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo.

Memastikan operasi pemadaman berlangsung, lanjut Agus, Pos Komando (Posko) Palutungan melakukan pengiriman logistik secara estafet untuk tim pos taktis lapangan di Blok Sanghiyang Ropoh dan tambahan personel lapangan.

Sedangkan dukungan udara, helikopter yang mampu membawa 4.000 liter air dalam bucket ini belum secara optimal membantu pemadaman.

Baca juga : BNPB terus Upayakan Pemadaman Taman Nasional Gunung Ciremai

"Helikopter jenis Bell 412 yang terbang pukul 17.00 WIB hari ini (12/8) tidak memungkinkan pengeboman atau water-bombing. Kondisi cuaca memaksa helikopter mendarat dan siaga di helipad Patulungan," ujar Agus.

Namun demikian, helikopter dioperasikan pada esok hari, Selasa (13/8). Pemadaman akan dilakukan pada pukul 08.00-11.00 WIB dengan memperhatikan faktor cuaca.

Agus mengungkapkan, selain terkendala angin yang berubah setiap saat, beberapa tantangan di hadapi personel pemadaman. Faktor kawasan terbakar yang berada di atas ketinggian menyulitkan untuk pemadaman secara manual.

Kemudian, ada juga angin kencang yang memicu loncatan bara api ke tempat lain. Hal tersebut ditambah lagi sumber daya manusia  dan sarana-prasarana terbatas.

"Personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan TNGC sebanyak 125 orang (70 orang di lapangan dan 45 orang di Posko Palutungan) berasal dari unsur BPBD Kuningan, TNI, TNGC, Polri, BNPB, BPBD Provinsi Jawa Barat, MPGC Palutungan, Tim Apuy, masyarakat dan sukarelawan yang tersebar di pos lapangan, pos taktis lapangan, pos pantauan dan pos pengamanan logistik. BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat terus melakukan pendampingan penanganan kebakaran tersebut," tutur Agus.

Luasan kawasan terbakar mencapai 371 ha; kawasan yang terpapar berada pada ketinggian  2.600-3.078 m dpl.

Kebakaran yang terlihat pada awal mula terjadi di blok Gua Walet, puncak Gunung Ciremai, Kelurahan Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Asap termonitor pada Rabu (7/8), pukul 15.10 WIB dari wilayah Argalingga, Kabupaten Majalengka. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT