13 August 2019, 03:20 WIB

Kinerja Pasar Modal Bisa Lebih Baik


(E-1) | Ekonomi

ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
 ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keungan (OJK) Wimboh Santoso

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kinerja pasar modal  ma­sih bisa ditingkatkan.

“Kami apresiasi capaian Bursa Efek Indonesia (BEI) sekarang. Namun, kami yakin bahwa pasar modal tidak bisa tidak proaktif. Kami masih ingin lebih. BEI dan SRO (harus) lebih meningkat,” ka­ta Ketua Dewan Komisioner OJK Wim­boh Santoso di Gedung BEI, Jakarta, kemarin.

Secara akumulatif Januari-Agustus, penghimpunan dana da­ri pasar modal cukup mencapai Rp109,2 triliun. Angka itu dinilai cu­kup menggembirakan dengan kehadiran emiten baru sebanyak 29 per­usaha­an.
“Sedangkan total dana kelola­an investasi mencapai Rp802,4 triIiun atau tumbuh 7,2% year to date (ytd),” ujarnya seperti dikutip dari Medcom.id.

Di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global, IHSG juga masih mencatatkan kinerja positif dengan kemarin ditutup me­nguat 1,41% ytd. Akan tetapi, rata-rata yield SBN masih mengalami penurunan 69 bps.

Kondisi ini ditopang kondisi ekonomi makro kita yang masih solid yakni pertumbuhan ekonomi dapat dijaga di atas 5%, inflasi terjaga rendah sebesar 3,325 Juli (yoy), dan cadangan devisa terus tumbuh jadi  US$125,9 mi­­liar sejalan masuknya dana investor asing.

“Sampai dengan akhir minggu lalu kita melihat net buy investor asing di pasar saham cukup besar mencapai Rp64,9 triliun dan di pa­­sar SBN Rp113,4 triliun” kata Wimboh.

Direktur Utama BEI Inarno Dja­yadi menambahkan, kebutuhan akan tersedianya variasi layanan dan produk pasar modal menjadi salah satu tantangan utama bagi industri pasar modal Indonesia.

Perluasan layanan dan pro­duk telah dilakukan melalui pengembangan berbagai program kerja, baik yang dilaksanakan SRO secara bersama-sama maupun yang diimplementasikan di tiap-tiap SRO.

“Perluasan variasi layanan dan produk pasar modal diha­rapkan dapat meningkatkan kuantitas perusahaan tercatat serta investor sehingga pasar mo­­dal Indonesia dapat menjadi semakin kuat dan dapat mendu­kung pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkapnya. (E-1)

BERITA TERKAIT