12 August 2019, 20:40 WIB

Bappenas Kritik Alokasi Anggaran Pendidikan dan Kesehatan


Nur Aivanni | Ekonomi

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
Bambang Brodjonegoro

MENTERI Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengakui bahwa alokasi anggaran di sektor pendidikan dan kesehatan belum dimaksimalkan. Terbukti, elastisitas sektor pendidikan dan kesehatan yang merupakan mandatory spending masing-masing sebesar 0,39% dan 0,21%.

"Yang jadi tantangan di sektor pendidikan dan kesehatan. Artinya kita belum benar-benar bisa memaksimalkan alokasi anggaran di dua sektor itu untuk bisa mengangkat kinerja dari dua sektor tersebut," katanya dalam seminar nasional yang bertajuk kualitas belanja negara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan, di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (12/8).

Baca juga: Bappenas Sebut Ada 5 Prioritas Nasional dalam RKP 2020

Di sektor pendidikan, berdasarkan survei Programme for International Student Assessment (PISA), Indonesia menduduki peringkat ke-63 dari 71 negara pada 2016. Menurut Bambang, itu salah satunya karena pemerintah belum mampu mengarahkan belanja pendidikan. Hal itu tidak hanya menyangkut kuantitas, tapi juga harus mulai beralih ke peningkatan kualitas.

"Apakah kita masih dalam transisi? Apakah kita belum ke arah kualitas? Itu jadi bagian dari upaya kita memperbaiki kualitas belanja. Itu harus ada ketegasan bahwa belanja pendidikan juga punya impact ke masalah kualitas," ujarnya.

Sebagai informasi, dalam regulasi telah ditentukan bahwa anggaran untuk sektor pendidikan dan kesehatan masing-masing sebesar 20% dan 5% dari anggaran. (Nur/A-3)

BERITA TERKAIT