12 August 2019, 19:53 WIB

Bandara Internasional Hong Kong Lumpuh


mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Manan VATSYAYANA
 AFP/Manan VATSYAYANA
Bandara Internasional Hong Kong diduduki ribuan demonstran dan bandara terpaksa tidak beroperasi, Senin (12/8).

Bandar Udara Hong Kong telah menunda semua penerbangan pada Senin (12/8) disebabkan aksi unjuk rasa kelompok pro-demokrasi yang masuk ke dalam terminal bandara.

Otoritas Bandara Hong Kong menyatakan pihaknya menunda keberangkatan dan kedatangan penerbangan di salah satu bandara yang dikenal tersibuk di dunia. Bandara tidak bisa beroperasi setelah ribuan demonstran merangsek masuk hall kedatangan bandara untuk berdemonstrasi.

“Sebagian penerbangan yang siap berangkat telah menuntaskan proses check-in dan penerbangan yang datang sedang menuju Hong Kong, tetapi semua penerbangan yang tersisa ditunda hari ini,” kata otoritas Bandara Hong Kong dalam pernyataannya.      

"Operasional bandara di Bandara Internasional Hong Kong sangat terganggu akibat warga yang berkerumun di bandara hari ini,” jelas otoritas bandara.

Tidak hanya itu, pihak otoritas bandara mengatakan bahwa jalan yang menuju Bandara macet dan jalan-jalan dipenuhi kendaraan. “Masyarakat disarankan untuk tidak ke bandara,” jelasnya.

Menurut laporan kantor berita Reuters, otoritas bandara juga meminta semua penumpang agar segera meninggalkan bandara.

Media setempat melaporkan bahwa staf bandara diminta meninggalkan bandara secepatnya termasuk para pegawai dari dua maskapai, Cathay dan Hong Kong Airlines.      

Dalam unjuk rasa, para demonstran membawa spaduk dan papan nama yang mengecam kebrutalan aparat kepolisian dan menyebut para polisi Hong Kong sebaai pembunuh.

Aksi protes yang berlangsung di Hong Kong telah dua bulan lebih sebagai bentuk penolakan penerapan undang-undang ekstradisi. Undang-undang ekstradisi yang bisa membawa warga dibawa dan ditahan di Tiongkok daratan mendapat penolakan keras.

Mereka juga meminta pemimpin Hong Kong Carrie Lam yang loyal kepada Beijing untuk mengundurkan diri. Ribuan demonstran meminta digelar pemilu yang independen untuk mencari penggati Lam.      

Dalam beberapa pekan, unjuk rasa telah warnai bentrok fisik antara para demonstran dan polisi. Polisi membubarkan demonstran dengan membakkan gas air mata dan peluru karet dari jarak dekat.

Aksi kekerasan yang dilakukan polisi tak terhindari. Mereka memukuli para demonstran dan lebih dari 600 demonstran ditangkap. Otoritas Tiongkok yang tampak geram menyebut para demonstran pro-demokrasi dengan sebutan ’teroris’.

Sementara itu, dari Kota Shenzhen, polisi bersenjata dari Rakyat Tiongkok telah dikumpulkan. Media propemerintah menyebut para polisi sedang berlatih.

Tayangan video yang disiarkan Gloal Times menunjukkan kendaraan militer dan sejumlah kendaraan lainnya tengah berherak dari kota yang jaraknya sekitar 30 kilometer dari Hong  Kong. ( AFP/OL-09)

BERITA TERKAIT