12 August 2019, 19:00 WIB

Tim Satgas dan Warga Proaktif Cegah Karhutla


Solmi | Nusantara

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Petugas gabungan Satgas Karhutla yang terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan BNPB serta Masyarakat Peduli Api (MPA) terus menerus 

TIM Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Jambi proaktif berkeliling keluar masuk kampung untuk merangkul dan mengajak masyarakat supaya tidak membakar lahan, khususnya pada saat musim kemarau.

Kegiatan difokuskan di delapan wilayah kabupaten yang dipetakan rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kedelapan kabupaten tersebut, yakni Kabupaten Muarojambi, Batanghari, Tanjungjabung Timur, Tanjungjabung Barat, Tebo, Sarolangun, Bungo dan Kabupaten Merangin.

Menurut Gubernur Jambi  Fachrori Umar, Tim Satgas Karhutla yang dia kukuhkan semenjak 23 Juli 2019 lalu itu, selain melakukan patroli pengawasan dan pemadaman, dibebankan tugas melakukan pencegahan. Salah satu langkah yang diyakini efektif, kata Fachrori adalah menyebar Tim Satgas ke 151 desa dan kelurahan rawan terbakar, dan merangkul warga
setempat untuk ikut berperan mencegah.

Seperti dilakukan Tim Satgas di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Merangin beberapa hari ini. Kapolsek Pamenang AKP Niko, Danpos Koramil 420-09/Bangko Peltu Gino Raharjo beserta sejumlah anggota didampingi sejumlah satuan polisi pamong praja kecamatan setempat, berkeliling mengimbau warga Desa Kroya, Desa Jelatang dan Desa Blengo untuk tidak membakar lahan saat membuka usaha pertanian saat kemarau ini.

Pelibatan masyarakat untuk mencegah Karhutla juga dilakukan warga di Kabupaten Kampar, Riau. Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead menyaksikan kerja MPA (masyarakat Peduli Api) binaan Manggala Agni, personel Dinas LHK Riau, TNI dan Polri bahu-membahu melakukan pemadaman.

Nazir mengatakan masyarakat setempat sudah difasilitasi badan restorasi gambut dan Pemprov untuk membuat sumur bor. "Saya menyaksikan semprotan air masih sangat kuat di jarak 180 m dari sumur, dan pembasahan gambut dapat berjalan dengan cukup efektif,” ungkapnya seperti dikutip Antara.

Khusus untuk wilayah Tapung, Kampar yang sedang dikunjunginya, Nazir mengungkapkan akan membangun 50 sumur bor untuk mengantisipasi kebakaran ke depan. Sebagian wilayah tersebut berupa semak belukar, nantinya akan dikelola masyarakat menjadi kebun nanas. “Sehingga masyarakat bisa menjaga area tersebut dan mencegah kebakaran di saat kemarau,” pungkasnya. (A-2)

BERITA TERKAIT