12 August 2019, 17:55 WIB

Presiden Harapkan Penerapan B30 Bisa Dimulai Januari 2020


Akmal fauzi | Ekonomi

Antara/Aprilio Akbar
 Antara/Aprilio Akbar
Penerapan biodiesel

PENERAPAN kebijakan pemcampuran bahan bakar dengan minyak kepala sawit sebesar 20% (biodiesel B20) sejak 2018 dinilai Presiden Joko Widodo membawa hasil cukup signifikan bagi ekonomi RI. Ia pun berharap, mulai Januari 2020 sudah bisa diterapkan kebijakan biodiesel B30.

Hal itu menurut Presiden karena dirinya ingin mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, terutama mengurangi impor minyak.

"Kalkulasi kalau kita konsisten B20 ini, kita bisa hemat kurang lebih 5,5 miliar dolar AS per tahun. Ini angka yang gede banget," ujar Jokowi saat Rapat Terbatas soal evaluasi pelaksanaan mandatory biodiesel di kantor Presiden, Jakarta, Senin (12/8).

Baca juga : Program B20 Efektif Tekan Impor Migas

Melihat angka tersebut, Jokowi pun ingin B20 buru-buru pindah ke B30 di 2020 mendatang. "Dan selanjutnya di akhir 2020 sudah loncat lagi ke B50," kata dia.

Pemanfaatan kelapa sawit, lanjutnya, selain untuk menyelamatkan devisa negara dari impor minyak juga untuk mengatasi masalah yang menekan komoditas kelapa sawit selama ini.

"Tekanan pada kelapa sawit betul-betul perlu diantisipasi dari dalam negeri, sehingga kita bisa punya bargaining position pada Uni Eropa dan negara lain yang coba membuat bargaining position kita lemah,” kata Jokowi.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan akan mencek langsung urusan yang berkaitan dengan penggunaan B20 ini, termasuk nanti kalau meloncat ke B30. (OL-7)

BERITA TERKAIT