12 August 2019, 18:05 WIB

Polisi Tetapkan 61 Tersangka Karhutla


M Iqbal Al Machmudi | Nusantara

ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
 ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
Lahan gambut yang terbakar.

SEBANYAK 61 orang ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian terkait 69 kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia per 11 Agustus 2019.

Bukan hanya itu, bahkan ada beberapa perkara yang telah mencapai pelimpahan tahap dua ke kejaksaan.

Pembagian tersangka tersebar dari 4 provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, dan Riau.

"Di Polda Riau ada 29 kasus dengan 20 tersangka, satu korporasi ditetapkan jadi tersangka yaitu PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS). Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 15 orang di korporasi tersebut. Di Riau ada 204,9 hektare area terbakar," kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (12/8).

Baca juga: Pengendalian Karhutla Diintensifkan

Untuk wilayah hukum Polda Jambi ada 4 kasus dengan 2 tersangka dengan luas lahan terbakar 42 hektare.

Polda Kalimantan Barat menangani 14 kasus dengan 18 tersangka, dan area lahan terbakar seluas 20,4 hektare.

Sementara itu, Polda Kalimantan Tengah menangani 22 kasus dengan 21 tersangka, dengan luas areal terbakar 34,48 hektare.

Selanjutnya, beberapa wilayah juga sudah melimpahkan berkas perkara tahap dua tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Diantaranya Polda Riau terdapat 13 kasus, Polda Kalimantan Barat ada 2 kasus dan Polda Kalimantan Tengah hanya 1 kasus.

"Sedangkan berkas yang lain masih dalam tahap penyidikan," cetus Dedi.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa titik api atau hotspot karhutla meningkat di beberapa wilayah. Seperti di Kalimantan Tengah sebelumnya 69 titik menjadi 82 titik dan Kalimantan Barat sebelumnya hanya 120 titik menjadi 419 titik.

"Untuk titik api perlu dicek kembali lantaran keakuratan citra satelit hanya 50 persen, maka diperlukan patroli terpadu untuk mencari titik yang berpotensi memicu karhutla," ungkap Dedi.

Saat ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima Marsekal Hadi Tjahjanto melakukan pemantauan dan pengarahan kepada satgas karhutla di berbagai daerah. Keduanya direncakan akan bertolak ke Riau Senin (12/8) untuk meninjau langsung lokasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

"Hari ini rencana keberangkatan panglima tni dan kapolri langsung ke Riau untuk besok rencana kegiatannya memberikan pengarahan kepada satgas karhutla daerah setempat. Yang kedua langsung meninjau lokasi pemadaman kebarakan hutan dan lahan di kabupaten Palawan Riau," tutupnya. (Iam/A-3)

BERITA TERKAIT