13 August 2019, 08:25 WIB

Obesitas Tingkatkan Risiko Kanker Tertinggi Setelah Rokok


Fathurrozak | Weekend

123rf
 123rf
Obesitas menjadi penyebab kanker nomor dua setelah rokok.

Menjadi gemuk sebenarnya dua kali lebih berbahaya dari yang diperkirakan sebelumnya. Apalagi bila berujung penyakit, seperti kanker. Obesitas menjadi penyebab kanker kedua tertinggi setelah merokok. Kanker usus, ginjal, pankreas, ovarium, endometrium, dan esofagus semuanya sekarang dianggap lebih dipengaruhi obesitas.

Para ahli mengatakan, penelitian menunjukkan kelebihan berat badan memiliki 'efek yang menghancurkan'. NHS memperingatkan banyak orang yang masih tidak memahami risikonya.

"Sementara kelangsungan hidup karena kanker berada pada rekor tertinggi, banyak orang belum menyadari obesitas menyebabkan kanker. Sekarang ada bukti itu lebih berbahaya daripada yang diperkirakan sebelumnya. Jika kita terus bertambah, kita akan menjumpai kematian ribuan nyawa akibat kanker, yang dapat dihindari setiap tahun," ungkap Kepala eksekutif NHS, Simon Stevens dikutip dari Dailymail.

Penelitian yang dipimpin Badan Penelitian Kanker Internasional (IARC) yang berpusat di Prancis dan dipublikasikan di International Journal of Epidemiology ini melihat bagaimana ukuran genetik berat badan memengaruhi risiko kanker.

Fokus pada tujuh bentuk penyakit - enam yang disebutkan di atas, plus kanker payudara - diperkirakan sebanyak 80% diakibatkan obesitas di Inggris. Kebanyakan, peningkatan risiko sekitar dua kali lipat dari yang diperkirakan sebelumnya, dan dua kali lipat lebih dari empat kali lipat.

Perkiraan sebelumnya didasarkan pada indeks massa tubuh (BMI) mereka. Sementara prediksi baru didasarkan pada penanda genetik obesitas. Bagian-bagian DNA ini, menurut ilmuwan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang obesitas selama hidup seseorang daripada pada satu titik waktu.

Mereka menunjukkan risiko kanker ginjal misalnya, naik dari 30% menjadi 59%. Penting untuk dicatat angka-angka tersebut risiko relatif, sehingga peningkatan pada risiko yang dimiliki orang dengan berat badan yang sehat, dan tidak menandakan 59% orang gemuk menderita kanker ginjal.

Risiko meningkat dari 50% menjadi 106% untuk kanker endometrium, dari 6% menjadi 13% untuk kanker ovarium, dan 48% menjadi 110% untuk kanker kerongkongan. Kanker pankreas peningkatan risiko obesitas berubah dari 10% menjadi 47%, dan kanker usus mengalami kenaikan signifikan dari 5% menjadi 44%.

"Analisis kami terhadap data genetik untuk 6 dari 8 kanker terkait obesitas mengindikasikan beban kanker yang terkait dengan BMI mungkin sangat diremehkan," ungkap penelitian yang dipimpin Daniela Mariosa.

"Perkiraan ini juga akan membuat obesitas yang berlebihan menjadi penyebab kanker signifikan kedua di negara-negara berpenghasilan tinggi, setelah tembakau," sambung Mariosa.

Obesitas diketahui membuat orang lebih mungkin mendapatkan 13 jenis kanker. Ini termasuk kanker payudara, usus, rahim, esofagus, pankreas, ginjal, hati, lambung, kandung empedu, ovarium, tiroid dan otak, serta mieloma.

Menurut Cancer Research UK (CRUK) sel-sel lemak mengirimkan sinyal yang mendorong sel-sel lain dalam tubuh untuk membelah lebih sering, yang dapat menyebabkan pembentukan tumor. Lemak bertindak seperti kelenjar raksasa dan meningkatkan kadar hormon seperti estrogen dan insulin, yang mendorong pertumbuhan ekstra, serta menyebabkan pembengkakan internal.

Mengomentari studi IARC, Royal College of Physicians (RCP) baru-baru ini mengklasifikasikan obesitas sebagai penyakit.

"Analisis ini menawarkan bukti lebih lanjut tentang dampak obesitas yang berpotensi menghancurkan. Obesitas adalah penyakit progresif kronis dengan berbagai efek merusak pada tubuh. Ini tidak hanya meningkatkan risiko kanker, tetapi sering menyebabkan komplikasi kesehatan lainnya seperti diabetes tipe 2, infertilitas, penyakit jantung, hati, dan osteoartritis," terang Presiden Royal College of Physycians Profesor Andrew Goddard. (M-3)

BERITA TERKAIT