12 August 2019, 15:26 WIB

Status Siaga Darurat Karhutla Kalteng Diperpanjang


Surya Sriyanti | Nusantara

Antara
 Antara
Status siaga darurat karhutla di Kalteng diperpanjang karena jumlah titik panas terus bertambah. 

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Tengah akhirnya memperpanjang status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan(karhutla) yang awalnya dari 25 Mei hingga 28 Agustus, diperpanjang hingga 30 Oktober 2019. Perpanjangan ini dilakukan karena jumlah titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan terus meningkat.

Selain itu berdasarkan data  Dinas Lingkungan Hidup Palangka Raya,  indeks standar pencemaran udara di Kota Palangka Raya berada di indeks 495 dan masuk kategori berbahaya. Hal itu  dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri usai melakukan rapat koordinasi dengan pihak terkait di Palangka Raya, Senin (12/8).

Perpanjangan status ini berdasarkan rapat koordinasi dengan semua dan visibility minimum harian sejak 7 Agustus 2019 berada di bawah 2 Km dan hampir semua berwarna merah.

"Dan  perkiraan musim kemarau untuk Kalteng sampai dengan  Oktober 2019 berdasarkan berdasarkan data-data," jelas Fahrizal Fitri.  

Dalam rapat yang juga dihadiri Danrem 102 Panju Panjung Kolonel Arm. Syaiful Rizal, Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Padam Kebakaran (BPBPD) Kalteng, Mofid Saptono Subagio dan sejumlah kepala dinas terkait itu juga meminta pemerintah kabupaten dan lota untuk memperpanjang status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan. Sekaligus memperhatikan perkiraan musim kemarau dari BMKG.

"Saya minta kesadaran semua masyarakat Kalteng untuk tidak melakukan pembakaran dan lakukan kegiatan salat istiqoroh hujan atau salat meminta hujan," tambahnya.              

Sementara itu dari pantauan di Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Palangak Raya- Kabupaten Pulang Pisau, Senin (12/8), kebakaran hutan dan lahan masih terus terjadi disisi kiri dan kanan badan jalan. Para petugas terus melakukan pemadaman namun karena terkendala air maka pemadaman agak sedikiit terganggu. Sementara helikopter Waterbombing terus menerus melakukan pengambilan air dari sungai Kahayan yang lokasinya tepat di samping jembatan Kahayan Palangka Raya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT