12 August 2019, 14:55 WIB

Huawei Persiapkan Ekosistem 5G di Indonesia


Galih Agus Saputra | Weekend

AFP
 AFP
Seorang pria berjalan di depan pengumuman kehadiran teknologi 5G di Monako.

BELUM Lama ini Huawei menandatangani perjanjian dengan Rusia untuk pengembangan jaringan nirkabel berkecepatan tinggi generasi baru, 5G, di negara tersebut.

Untuk Indonesia, kehadiran teknologi tersebut dikatakan Huawei masih mendapat tantangan regulasi dan lisensi komersial. Meski begitu, raksasa teknologi asal Tiongkok ini mengatakan tetap mengupayakan kehadiran teknologi yang sama di Indonesia.

“Untuk Indonesia sendiri, karena kami masih menghadapi sedikit tantangan terkait regulasi dan beberapa hal soal lisensi komersial maka dari itu kami belum merilisnya. Tapi, saat ini kami sedang mengembangkan ekosistemnya terlebih dahulu agar nantinya semakin siap ketika dirilis,” tutur Chief Techinal Officer Huawei Indonesia, Vaness Yew, dalam konferensi pers Pertumbuhan Bisnis Huawei Semester Pertama 2019, di Artotel, Menteng, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Direktur ICT Strategy Huawei Indonesia, Mohamad Rosidi menambahkan jika Jakarta memiliki kesiapan untuk penerapan 5G. Hal itu dinilai dari infrastruktur maupun gaya hidup masyarakat yang sudah semakin terkait dengan teknologi internet.

“Indikatornya apa? Kita lihat banking, payment, paylater, pengguna Youtube dan banyak hal serupa yang menjadi komponen layaknya kehadiran sebuah teknologi 5G itu sudah ada. Lalu infrastrukturnya, pipa-pipa, menara, kabel atau fiber optik itu juga sudah siap di setiap titik di ibu kota atau yang artinya di sini sudah tidak ada blank spot. Tinggal kita lihat dari ekosistem yang ada di Indonesia dan ekosistem global untuk menerapkan 5G itu bagaimana,” paparnya.

Perbedaan mendasar teknologi 5G dan 4G terdapat pada penggunaan frekuensi. 4G menggunakan 2 hingga 8 GHz, sementara 5G dapat mencapat 3 hingga 300 GHz.

Menyoal bandwidth, pada 4G hanya sebesar 1Gbps yang dapat diakses dengan kecepatan maksimum 10Gbps, sementara pada 5G, ia memiliki bandwidth lebih dari 1Gbps yang dapat diakses dengan kecepatan maksimum lebih dari 50Gbps. Dengan begitu durasi unduh hanya 1 detik, serta dapat mendukung pengoperasian kecerdasan buatan. (M-1)

Baca juga: Amankah Open Source?

BERITA TERKAIT