12 August 2019, 09:20 WIB

Kader PDIP Diminta tidak Jemawa


Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
 ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri

KETUA Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan prinsip Tri Karsa kepada para kadernya­. Prinsip ini berisi arahan untuk berjuang tanpa henti menuju ke arah kemajuan, revolusioner, dan berlandaskan Pancasila. Megawati ingin PDIP menjadi partai pelopor, yakni partai yang terarah dan terukur dalam menghasilkan keputusan politik.

“Kerja politik utama bagi suatu parpol harus kembali menghasilkan keputusan politik dengan mengorgani-sasi seluruh tenaga rakyat,” kata Megawati saat menutup Kongres­ V PDI Perjuangan, di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Sabtu (10/8).

Menurut dia, perjuangan ini penting karena PDIP tak boleh hanya menang secara elektoral. Megawati juga meminta kadernya tak jemawa dengan perolehan tersebut. “Kita harus mengerahkan segenap urat-urat, dan segenap otot-otot dan pikiran, dan rasa untuk menghimpun seluruh kekuatan bangsa, seluruh tenaga­ rakyat, himpunlah dalam Pancasila power,” ujar dia.

Megawati ingin kadernya langsung bergerak seusai pulang dari kongres. Tri Karsa, kata Mega, kekuatan jiwa PDIP untuk terus mengingatkan kadernya agar berjuang. Pancasila sebagai pedoman perencanaan pembangunan di segala bidang kehidupan.

Megawati ingin Pancasila menjadi dasar kehidupan kader. Terutama lima bidang prioritas, yaitu bidang sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan, tenaga kerja dan jaminan sosial, infrastruktur dan lingkungan­ hidup, serta yang paling utama­ bidang agama dan kepercayaan, mental spiritual dan kebudayaan. “Pancasila sebagai ideologi bangsa dan dasar negara sekaligus sebagai bintang penuntun dalam derap dan langkah kita untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Megawati.

Pada kesempatan itu, Megawati juga mengumumkan kader yang akan mengisi struktur baru DPP. Selain Hasto Kristiyanto yang tetap menjadi sekretaris jenderal, hal menarik dalam struktur tersebut, yaitu masuknya nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, alias Risma, menjadi salah satu Ketua DPP PDIP. “Jumlahnya tetap 27 orang,” katanya.

Terkait dengan Risma, Me-gawati mengaku mencoba menghubungi seseorang sejak malam sebelumnya. Dan ketika ditawari ternyata bersedia. “Saya pikir ajaib juga, kok mau ya? Tapi orangnya saat ini sedang membongkar sekolah. Ketua DPP Bidang Kebudayaan ialah Tri Rismaharini,” ungkapnya. (Medcom/Ins/P-4)

BERITA TERKAIT