11 August 2019, 16:35 WIB

Cacing Hati Ditemukan di Daging Hewan Kurban di Tasikmalaya


Kristiadi | Nusantara

DINAS Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya menemukan banyak daging hewan kurban yang mengandung cacing hati (Fasciola Hepatica di Tasikmalaya.

Tak Tanggung-tanggung, cacing tersebut juga ditemukan pada sapi kurban milik Walikota Tasikmalaya Budi Budiman. Petugas Dinas Pertanian dan Perikana pun langsung memusnahka daging kurban tersebut karena bisa menyebabkan penyakit diare.

"Berdasarkan pemeriksaan terhadap hewan kurban yang dimiliki warga dan pejabat pemerintah daerah, ditemukan sebagian hati yang mengandung cacing. Tentunya etugas harus memusnahkan supaya warga tidak mengonsumsi daging tersebut," kata kepala Rumah Potoh Hewan (RPH) Tasikmalaya drh. Aceu Siti Maemunah di Indihiang, Tasikmalaya, jawa Barat, Minggu (11/8).

Aceu mengungkapkan, pihaknya telah menyebar sejumlah petugas ke lokasi pemotongan hewan kurban di sejumlah daerah di Tasikmalaya. Namun, ia mengakui, tidak semua tempat pemotongan dipantau petugas karena keterbatasan personil dan banyak lokasi pemotongan yang ada di perkampungan.

Baca juga : Gubernur Maluku Serahkan Sapi Presiden Jokowi ke Masjid Ambon

Ia menegaskan, bila petugas menemukan ada cacing dalam daging hewan kurban, maka instruksinya ialah harus segera dimusnahkan.

"Cacing hati di dalam tubuh hewan biasanya mengakibatkan penyakit diare tetapi tidak mengakibatkan kematian. Namun, jika masyarakat tetap saja ingin mengonsumsinya, harus dimasak dengan banr," ujarnya.

Jelang Hari Raya Idul Adha, lanjut Aceu, pihaknya sebenarnya sudah melakukan sosialisasi ke warga maupun Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) agar membuang sebagian hati jika menemukan adanya cacing hati ketika sehabis menyembelih hewan kurban.

"Kalau untuk pemeriksaan (sebelum disembelih) semua sapi kurban sehat dan tentunya petugas juga tidak tahu kalau setelah disembelih. Akan tetapi, petugas panitia yang menemukan cacing hati tersebut lebih baik dimusnahkan dan jangan diberikan pada masyarakat karena dapat menimbulkan diare," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT