11 August 2019, 14:30 WIB

Demokrat Tuntut Gerindra Ungkap Penumpang Gelap di Pilpres 2019


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

MI/Susanto
 MI/Susanto
Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon

PARTAI Demokrat meminta Gerindra mengungkap secara terbuka ke publik kelompok yang dianggap sebagai penumpang gelap pada Pilpres lalu seperti yang disebut Politikus Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

"Apa penumpang gelap itu yg memprovokasi menang 62%? Trus turun lagi jadi 54%? Apa itu maksudnya bang @Don_dasco? Jng simpang siur begini. Sampaikan aja terang benderang. Krn awalnya kalian sendiri yg percaya angka itu. Bahkan pak @prabowo sendiri konpres & bersujud atas angka itu," cicit Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon melalui akun Twitter @jansen_jsp, Minggu (11/8).

Hal itu, kata Jansen, penting dibuat jelas agar masyarakat tidak bertanya-tanya atau antarkelomopok saling mencurigai.

"Saya bertanya agar tdk simpang siur. Jng hanya krn ingin berkoalisi jd pakai narasi penumpang gelaplah, ada kelompok ingin Indonesia chaos lah, dll. Padahal itu kan hanya alasan pembenar sj terhadap manuvernya. Jikapun misalnya benar kelompok itu ada dulu kan mereka percaya!" lanjut Jansen.

Baca juga: Soal Gerindra Incar Pimpinan MPR, PDIP Sebut Harus Didiskusikan

Dalam sebuah diskusi, beberapa waktu lalu, di Jakarta, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad berkisah soal ada penumpang gelap pada Pilpres 2019 yang kerap menyudutkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gerindra.

Kelompok itu, kata Dasco, sempat memanasi Prabowo agar mengorbankan para pendukungnya guna membuat negara rusuh.

Tetapi, menurut Dasco, Prabowo punya cara lain: strategi yang mengagetkan penumpang gelap tersebut.

"Prabowo jenderal perang. Dia sudah baca dalam situasi terakhir. Dia sudah bilang sama kita kalau kita diadu terus, kita terus dikorbankan," kata Dasco.

Hal inilah yang juga kata Dasco membuat Prabowo menyepkati rekonsiliasi dengan mengawalinya dari pertemuan dia bersama Joko Widodo lalu dilanjutkan dengan pertemuan dengan Megawati Soekarnoputri. (OL-2)

BERITA TERKAIT