08 August 2019, 21:11 WIB

Jokowi Kurban Sapi di Istana Yogyakarta dan Gunungkidul


Ahmad Mustaqim | Nusantara

PRESIDEN Joko Widodo menyalurkan dua ekor sapi untuk kurban pada hari raya Iduladha yang jatuh pada Minggu (11/8). Masing-masing sapi memiliki bobot lebih dari satu ton.
 
Kabag Humas Biro Umum, Humas, dan Protokol Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji mengatakan, salah satu sapi dari Presiden Jokowi akan dikurbankan di Kabupaten Gunungkidul pada Iduladha 1140 Hijriah. Penyembelihan sapi ini akan dilakukan di Masjid Nurma'unah, Watuguling, Mulusan, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul.
 
"Satu sapi lain akan disembelih di masjid Istana Negara Yogyakarta," kata dia di Yogyakarta, Kamis, (8/8).

Baca juga: Angin Kencang Picu Perluasan Karhutla di Aceh

Jenis sapi dari Presiden Jokowi yakni simmetal dan peranakan Ongole. Sapi simmetal yang diserahkan di Gunungkidul memiliki berat 1.118 kilogram. Harga sapi tersebut senilai Rp84 juta.
 
Sementara, sapi untuk Istana Negara Yogyakarta jenis peranakan Ongole dengan berat 1.037 kilogram. "Harga sapi peranakan Ongole ini Rp55 juta," kata dia.
 
Ditya menjelaskan, kedua sapi itu sudah dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai hewan kurban. Bukti kelayakan itu sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 114/Permentan/PD.410/9/2014 tentang Pemotongan hewan telah memenuhi persyaratan syariat Islam.
 
Sapi yang dibeli dari Kabupaten Sleman itu juga sudah mengantongi legalitas kelayakan dari dinas pertanian setempat. Adapun Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) itu diterbitkan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman.
 
"Sapi akan diserahkan secara simbolis besok (Jumat, 9 Agustus) di Kepatihan," ujarnya.
 
Sekretaris Daerah Pemerintah DIY, Gatot Saptadi mengatakan Presiden Jokowi pada tahun sebelumnya juga sudah memberikan sapi kurban di Kabupaten Bantul. Jenis sapi sama dengan tahun ini dan dibeli dari Sleman.
 
"Jadi untuk di Gunungkidul (kurban sapi dari Presiden Jokowi) menjadi yang pertama disumbangkan," kata mantan Kepala Pelaksana BPBD DIY ini. (Medcom/OL-8)
 

BERITA TERKAIT