01 August 2019, 23:20 WIB

BCA Dorong Pendidikan Vokasi Berbasis Layanan Perbankan


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

PT Bank Central Asia Tbk dan PT E-Science Indonesia (ESI) resmi meluncurkan program Teaching Factory Cash Management Academy. Program ini memberikan fasilitas bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar dapat menghasilkan lulusan siap kerja, khususnya di bidang pengelolaan kas dan anjungan tunai mandiri (ATM).

Wakil Presiden Direktur Armand Wahyudi Hartono menuturkan, program ini disusun bukan hanya untuk mendukung program pemerintah terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM), tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan perusahaan akan tenaga kerja terampil.

"Ini bukan hanya karena himbauan dari bapak Presiden dan Menteri Pendidikan bahwa pendidikan vokasi akan didorong terus untuk meningkatkan tenaga kerja di Indonesia dan kualitas tenaga kerjanya, bukan hanya itu saja. Tapi memang kebetulan kalau di BCA ini kebutuhan untuk terkait dengan maintenance mesin akan selalu ada terus," kata Armand di kantornya, Jakarta, Kamis (1/8).

Armand menjelaskan, program ini akan menjadi jembatan antara sekolah dan dunia industri yang memiliki kesamaan bidang keterampilan. Selain itu, melalui Teaching Factory Cash Management Academy para siswa akan dilatih tidak hanya agar terampil dan kompeten, tapi juga agar memiliki sikap dan mental yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kami berharap para siswa SMK yang mengikuti program ini ketika lulus dapat siap kerja, khususnya di perusahaan pengelola kas dan ATM," ujarnya.


Baca juga: Mahasiswa Nilai Pancasila tidak Bertentangan dengan Syariat Islam


Program Teaching Factory BCA merupakan program pendidikan pertama yang berbasis industri perbankan. SMK yang menjalankan program ini akan mendapatkan fasilitas mesin penunjang seperti ATM, cash recycling machine (CRM), dan mesin sortir uang. Kondisi di dalam kelas juga akan dibuat serupa dengan kondisi operasional pengelola kas dan ATM.

"Tujuannya agar siswa bisa mendapatkan pengetahuan secara spesifik terkait pengelolaan kas dan ATM sehingga mereka dapat siap terjun ke dunia kerja," jelasnya.

Program yang dibangun akan menjadi kurikulum di dalam proses pembelajaran siswa, yakni kurikulum Cash Management Academy yang berjangka waktu tiga bulan. Peserta program tersebut juga memperoleh kesempatan untuk magang di perusahaan pengelola kas dan ATM Mitra BCA selama enam bulan, sehingga siswa dapat melakukan praktik langsung terkait pengelolaan yang tunai dan ATM.

Saat ini ada empat SMK yang telah menjadi pilot project program ini yaitu SMK di Bogor, Kuningan, Purwakarta, dan Banjar Negara. Ke depannya, BCA menargetkan dapat menerapkan program tersebut di 40 SMK lainnya.

"Menghadapi tantangan global yang begitu deras belakangan ini mendorong BCA untuk berfokus pada pengembangan SDM secara berkelanjutan di berbagai lini. Melalui program teaching factory ini, kami berharap dapat mencetak excellence people sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas," tutupnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT