01 August 2019, 17:07 WIB

Sebelum Meninggal, Fatimah Sempat Minta Anaknya Diselamatkan


Sumantri | Megapolitan

MI/Muhammad Iqbal
 MI/Muhammad Iqbal
Warga melihat bangkai mobil kecelakaan maut yang hancur tertindih badan truk di Karawaci, Tangerang, Banten, Kamis (1/8). 

Bayi berusia 11 bulan, selamat dari maut setelah ibunya, Fatmawati,40 beserta dua orang kerabatnya, Wandi, 22 dan Nanda Saputra, 24, bersama sopir taksi online Edy, 45 tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Imam Bonjol (dekat Showroom Toyota), Cibodas Kota Tangerang.

Kejadian tersebut terjadi pada pukul 05.30 WIB. Ketiga orang korban yang merupakan pedagang pakaian di Pasar Malabar hendak pergi ke Pasar Tanah Abang, Jakarta untuk berbelanja barang dagangan.

Dengan mengendong Aisyah yang baru berusia 11 bulan, Fatmawati beserta Wandi dan Nanda memesan sebuah taksi online yang di kemudikan oleh Edi warga Perumahan Vila Taman Cibodas, blok M-2/3 RT 05/II, kecamatan Priuk, Kota Tangerang.

Setelah taksi online, Daihatsu Sigra B 1932 COE berwarna putih tiba, mereka langsung berangkat menuju ke Pasar Tanah Abang dengan rencana melalui pintu Tol Karawaci.

Namun ketika mereka melintas di Jalan Imam Bonjol, tiba-tiba dari arah berlawanan melaju truk Hino B 9927 TYY bermuatan tanah merah menyerempetnya.

Karena truk bermuatan penuh, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya, hinggga terguling dan menimpa mobil Toyota Sigra. Parahnya lagi tanah merah yang diangkut tumpah dan menimbun badan mobil Toyota Sigra, sehingga menyulitkan warga untuk mengevakuasi korban.

" Ketika truk menyrempet taksi online, lansung rubuh dan menimpanya. Warga kesulitan mengevakuasi korban, karena selain atap mobil toyota itu ringsek, juga tertimbun tanah merah," kata Ade, warga sekitar lokasi yang turut membantu mengevakuasi korban dengan peralatan seadanya.

Setelah sebagian tanah merah disingkirkan, kata Ade, ia melihat Fatmawati masih bergerak dan minta tolong agar anak yang dipangkunya diselamatkan.

"Tolongin..anak saya!,"' kata Fatmawati, sambil menggeser tubuh anaknya dengan tangan.

"Waktu itu sekitar pukul 6 pagi. Korban menyerahkan anaknya ke warga lewat celah jendela mobil sebelah kiri yang ringsek berat," kata Ade.

Padahal, kata Ade, posisi Fatmawati tepat di belakang sopir yang kondisinya rusak parah. Namun ia sempat minta tolong agar anaknya diselamatkan .

"Begitu balita tersebut berhasil dikeluarkan dari mobil, warga langung melarikannya ke klinik terdekat," ujar Ade.

Sementara itu, empat orang korban lainnya, termasuk sopir mini bus itu, baru bisa dievakuasi 4 jam kemudian setelah kecelakaan. Mereka dilarikan ke RSUD Kota Tangerang dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Kanit Laka Lantas Polres Metro Tangerang Ajun Komisaris, Isa Anshori mengatakan keempat orang korban meninggal dunia, karena kegencet atap mini bus yang tetimba oleh truk tersebut.

Sementara itu, sopir truk sempat melarikan diri masih dalam pengejaran petugas. Kini sopir truk telah menyerahkan diri ke pihak kepolisian. (OL-09)

 

BERITA TERKAIT