31 July 2019, 08:51 WIB

Dua Penambang Timah Tertimbun Longsoran


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

AKTIVITAS penambangan pasir timah di Provinsi Bangka Belitung kembali memakan korban. Kali ini dua pekerja tambang timah di Bukit Panjang, Desa Mayang Kabupaten Bangka Barat terkubur hidup-hidup di kedalaman belasan meter. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Mikron Antariksa mengatakan dua pekerja tambang yang tertimbun longsoran galian pasir timah adalah Juhendri,33 dan Andi, 32. Keduanya adalah warga Desa Mayang Kecamatan Simpang Teritip Bangka Barar. .

Kronologi tertimbunnya dua penambang ini saat mereka istirahat sambil makan siang, Selasa (30/7) sekitar pukul 15.00 WIB. Kedua penambang istirahat di dekat lubang tambang. Tiba-tiba tanah dari atas longsor dan menimbun kedua korban masuk ke dalam lubang galian timah.

"Menurut Informasi warga dalam tambang itu belasan meter, nah kedua korban tertimbun longsoran tanah dari atas di lombang tersebut,"kata Mikron. Rabu (31/7).

Pencarian terhadap kedua korban dari semalam belum membuahkan hasil. Pencarian dilanjutkan hari ini dengan eskavator atau alat berat.

"Mudah-mudahan kedua korban segera ditemukan, tim gabung TNI/Polri, TRC BPBD, Basarnas dan dibantu masyarat terus melakukan pencarian," ujarnya.

Dalam tiga bulan, sudah enam orang penambang tertimbun longsoran halian tambang. Empat orang di Belitung Timur. Kemudian di Bangka Barat ada dua orang yang tertimbun.

baca juga: Pemadaman Api di Gunung Arjuno Terkendala Medan Curam

"Hingga saat ini dari empat penambang yang tertimbun di Belitung Timur, baru tiga jasad ditemukan. Sedangkan di Bangka Barat ada dua orang yang sedang kami cari. Jadi total ada tiga orang masih dalam pencarian," terang Mikron.

Ia menghimbau kepada para pekerja tambang untuk lebih berhati-hati saat menambang. Pasalnya pergerakan tanah bekas galian rentan longsor. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT