27 July 2019, 14:12 WIB

Balkon Klub Malam Runtuh Tewaskan Dua Orang


Despian Nurhidayat | Internasional

AFP
 AFP
Ilustrasi 

SEBUAH balkon yang berada di klub malam Coyote Ugly di kawasan Gwangju, Seoul, Korea Selatan ambruk menyebabkan dua orang tewas dan 16 lainnya cedera pada Jumat (26/7) malam. Dua korban tewas adalah warga setempat. Dan 16 orang luka-luka, delapan di antaranya adalah atlet renang.

Delapan atlet yang cedera terdiri dari tiga orang warga Amerika Serikat, dua dari Selandia Baru, satu dari Belanda, satu dari Brasil dan satu orang Italia. Lokasi Klub Coyote Ugly berdekatan dengan tempat tinggal para atlet. Sehingga klub itu banyak dikunjungi para atlet yang sedang menikmati malam di Seoul. Keterangan dari detektif Badan Kepolisian Metropolitan Gwangju, Detektif Song Gi-ju, balkon klub terjatuh dari ketinggian lima meter dan menghantam orang-orang yang ada di bawahnya.

"Kami mencatat ada total 16 orang mengalami cedera dan di antara mereka 10 orang merupakan orang asing. Dari 10 orang tersebut, delapan di antaranya merupakan atlet yang berpartisipasi dalam kejuaraan. Sedangkan dua orang tewas adalah warga setempat," lanjutnya.

Ia pun menambahkan bahwa polisi sedang menyelidiki kemungkinan balkon bangunan tersebut telah dibangun secara ilegal.

"Sebuah struktur bangunan runtuh tiba-tiba dengan orang-orang berdiri di atasnya. Terdengar jeritan dimana-mana memenuhi ruangan," ungkap seorang warga berusia 32 tahun yang terluka dalam keruntuhan itu.

Klub tersebut merupakan klub malam yang cukup banyak pengunjungnya. Sementara itu panitia penyelenggara kejuaraan dunia renang dan polo air mengatakan delapan atlet telah mendapat perawatan di rumah sakit dan telah kembali ke wisma atlet. Mereka hanya mengalami luka ringan.

baca juga: Boris Johnson Bertemu Macron Bahas Posisi Inggris Di Brexit

Christopher Ramsey, CEO Water Polo Amerika mengungkapkan ada tiga atletnya berada di klub tersebut untuk merayakan kemenangan.

"Ini adalah tragedi mengerikan. Kami turut prihatin kepada para korban kecelakaan dan juga keluarga mereka," kata Ramsey. (AFP/OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT