26 July 2019, 08:00 WIB

Orangtua sebagai Mentor dan Teman Anak


Haufan Hasyim Salengke | Humaniora

HARI Anak merupakan peringatan yang digelar pada tanggal yang berbeda-beda di berbagai negara. Indonesia merayakan Hari Anak Nasional setiap 23 Juli.

Sudahkah setiap warga memahami tujuan dan maksud peringatan ini? Apakah setiap orangtua di Indonesia semakin memperhatikan hak-hak anak mereka? Apa menjadi harapan atau ekspektasi anak di Tanah Air terhadap orangtua mereka, khususnya untuk bisa tumbuh menjadi lebih cerdas dan berkualitas?

Marini Irene Sihite, seorang pelajar, mengungkapkan, ia mendambakan sosok orangtua yang dapat menjadi teman dan dekat dengannya. Pengertian sebagai teman di sini, menurutnya, yakni memahami anak dengan baik. “Saya pikir kalau orangtua sudah dekat dengan anaknya, ketika kita memiliki masalah bisa lebih terbuka dan mau ngobrol. Ini karena beberapa anak lebih suka menutupi kesalahan, mungkin karena takut orangtuanya marah,” ujarnya dalam acara Provocative Mindset Metro TV.

Sependapat, pelajar lain, M Nur Husein Firdaus, mengimbuhkan, orangtua harus lebih terbuka supaya anak lebih mudah membangun rasa percaya kepada mereka. “Kadang-kadang kalau tidak punya keterbukaan kepada orangtua, kita jadi ­enggak ngomong sama mereka atau memendam sendiri jika ada masalah atau malah ngomongnya sama teman,” tandas Husein. Provocative Mindset episode suara anak millennials di sponsori oleh polytron. (Hym/S3-25)

BERITA TERKAIT