25 July 2019, 14:45 WIB

Tolak Disebut Penonton, Demokrat Mengaku Berpolitik Kebangsaan


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

MI/Susanto
 MI/Susanto
Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon

DI momen-momen politik belakangan yang menyedot perhatian publik, di antaranya yang terbaru adalah pertemuan antara Megawati dan Prabowo serta Surya Paloh dan Anies Baswedan, warganet tidak lupa menyorot Partai Demokrat yang saat ini disebut hanya menjadi penonton peristiwa politik penting tersebut.

"Hehe.. kami tidak ada urusan dgn soal bagi² bro. Buat kami politik kebangsaan aja. Selesai pemilu kembali rukun tdk ada korban. Sisanya mengalir aja. Dan pemimpin kami jg memang tdk punya gaya sok jago gagah-gagahan didepan teriak menggelegar tapi ujungnya jd kucing.. meong meong," cuit Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon melalui akun Twitter @jansen_jsp menjawab akun @andi46 yang mencicit, "Yang kasihan demokrat haha jadi penonton lagi." .

Baca juga: Megawati Persilakan Prabowo Melobi Joko Widodo

Sebelumnya, Jansen melihat pertemuan antara Mega-Prabowo dan Surya Paloh-Anies sebagai drama politik yang punya motif kepentingan.

"Kita jadi penonton ajalah dulu dari drama2 politik yg sdg berlangsung ini. Namanya drama jika hasilnya tdk happy ending pasti mereka akan ribut lagi. Hehe! Krn motifnya kepentingan. Kalau terkait Indonesia guyub rukun kami bersyukur sdh memulainya lebih dulu sebelum jatuh korban," tukas Jansen. (OL-2)

BERITA TERKAIT