25 July 2019, 08:20 WIB

Megawati Persilakan Prabowo Melobi Joko Widodo


Dero Iqbal M | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
 ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan).

KETUA Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mempersilakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto berdiskusi dengan Presiden terpilih Joko Widodo, termasuk diskusi terkait kemungkinan berkoalisi.

"Saya bilang bahwa semuanya ialah keputusan nanti presiden terpilih karena pada beliau sebenarnya hak prerogatif itu ada, bukan pada saya," kata Megawati seusai bertemu Prabowo di kediamannya, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, kemarin.

Megawati selalu siap berdiskusi kapan pun dengan Prabowo. Dia juga bersedia menjadi penyambung lidah Prabowo kepada Jokowi. ''Namun, Mas Bowo (Prabowo) sebaiknya menurut saya, pasti ngomong sendiri saja dengan Pak Jokowi, pasti akan diterima beliau dengan baik," ujar Megawati.

Megawati mengakui berbeda pilihan politik dengan Prabowo, utamanya saat pilpres. Namun, kata Megawati, sistem ketatanegaraan Indonesia tidak mengenal istilah oposisi. "Namun, kalau berbeda hanya karena pilihan, nah itu monggo saja sehingga yang namanya dialog itu sangat diperlukan," kata Megawati.

Pertemuan Prabowo dan Megawati berlangsung sekitar dua jam. Dua anak Megawati, yakni Puan Maharani dan Prananda Prabowo, Seskab Pramono Anung, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, turut mendampingi pertemuan.

Sementara itu, Prabowo didampingi Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo dan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani.

Prabowo Subianto menyebut pertemuan dengan Megawati untuk menyambung silaturahim. Prabowo sejak lama berteman dengan Megawati. "Di ujungnya, kita selalu ingin melanjutkan, menyambung tali persaudaraan dan hubungan baik," kata Prabowo.

Prabowo mengaku sudah lama ingin bertemu Megawati. Ia menegaskan hubungannya dengan Presiden ke-5 Republik Indonesia itu cukup dekat.

"Sowan kekeluargaan karena saya merasa dari dulu dekat dengan Ibu Mega dan keluarganya," ucap Prabowo.
Prabowo sedikit bercerita pertemuannya dengan Megawati. Prabowo dibuatkan nasi goreng. "Luar biasa nasi gorengnya, saya sampai nambah. Padahal, beliau (Megawati) mengingatkan saya disuruh diet," ujarnya disambut senyum Megawati.
 
Menuju 2024
Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai pertemuan antara Megawati dan Prabowo sebagai bagian dari siklus kedua partai itu. Qodari menilai bukan tidak mungkin pada 2024 nanti keduanya berkoalisi kembali.

Menurut Qodari, Prabowo dan PDIP memiliki hubungan panjang selama ini dan cukup erat, mulai hubungan Taufik Kiemas dengan Prabowo dan berbagai hal lainnya. Bahwa memang selama ini ada kesan perbedaan kepentingan politik, Qodari menilai hal itu bagian dari dinamika politik semata.

"Politik pada dasarnya memang dinamis. Ada saat bertemu dan ada saat berpisah. Namun, hubungan yang lebih dalam antara keduanya itu memang ada. Jadi, berbedanya itu ketika berkompetisi, tetapi hubungannya sebetulnya tetap baik atau bukan musuh bebuyutan.''

Qodari menilai peluang koalisi di 2024 masih sangat memungkinkan. "Jadi, tidak mustahil nantinya akan ada pasangan dari Gerindra-PDIP. Misalya, Prabowo-Puan atau Prabowo-Budi Gunawan,'' imbuh Qodari. (P-1)

BERITA TERKAIT