23 July 2019, 14:03 WIB

Unisnu Jepara Dukung Kajian Ratu Kalinyamat


Akhmad Safuan | Nusantara

YAYASAN Dharma Bakti Lestari (YDBL) bekerja sama dengan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara untuk menguatkan kajian akademik memperjuangkan Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan nasional. Perjuangan untuk menjadikan Ratu Kalinyamat terus digelorakan, setelah dua kali gagal untuk mengukuhkan pejuang wanita yang pada tahun 1550 mengirim 4.000 pasukan dengan 40 kapal, menyerbu benteng Portugis di Malaka untuk mengusir bangsa Eropa tersebut.

Yayasan Dharma Bakti Lestari yang sejak delapan bulan memperjuangkan pengukuhan Ratu Kalinyamat atau Retno Kencono menjadi pahlawan nasional semakin menemui jalan terang. Apalagi setelah bukti-bukti primer dan sekunder termasuk tulisan dokumen pustaka yang ditemukan di perpustakaan di Portugis dan peninggalan sejarah yang hingga kini masih ada di Jepara.

"Selain telah membentuk tim baik itu seperti sejarawan, arkeolog hingga ahli terkait, untuk memperkuat kajian secara ilmiah kita lakukan kerja sama dengan Unisnu Jepara," kata Ketua Tim Kajian Ratu Kalinyamat Ratno Lukito yang mewakili YDBL untuk menandatangani kerjasama dengan Unisnu di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (23/7).

Selain dengan perguruan tinggi lain, pada kerja sama ini Unisnu akan membentuk lembaga penelitian dan kajian yang akan memperkuat tim penyusun usulan pahlawan nasional tersebut yang akan diajukan pada 2020.

"Jadi di sini tim dan Unisnu akan berkolaborasi dan saling melengkali," imbuhnya.

Rektor Unisnu Jepara Sadullah Assaidi dalam keterangannya mengatakan sebagai lembaga pendidikan sudah menjadi kewajiban untuk melakukan penelitian ilmiah, sehingga kerja sama dengan Yayasan Dharma Bakti Lestari ini menjadi tugas akademisi yang cukup menarik.

Meskipun baru dimulai, lanjut Sadullah, namun lembaga penelitian Ratu Kalinyamat yang dibentuk Unisnu akan mengungkap fakta-fakta yang dapat dipertanggunghawabkan secara ilmiah. Sebab bukti-bukti kepahlawanan penguasa Jepara yang merupakan keturunan Raja Demak Raden Patah memang ada dan bukan legenda semata.

baca juga: DAK Tidak Terserap, Bupati Merangin Ancam Copot Kepala OPD

Secara terpisah Plt Bupati Jepara Dian Kristiandi mengaku bangga dan senang pengusulan Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan, karena akan semakin mengangkat nama Jepara yang memang telah mendunia dengan seni ukirannya. Dengan pengangkatan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional ujar Dian Kristiandi, maka Jepara akan mempunyai dua pahlawan nasional wanita. Yakni RA Kartini dan Ratu Kalinyamat.

"Pemkab Jepara akan mendukung penuh tim pengusul yakni YDBL dengan menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan tim," (OL-3)

 

BERITA TERKAIT