23 July 2019, 03:00 WIB

Vokasi Digenjot tanpa Abaikan Sains


Bay/H-2 | Humaniora

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Peningkatan pendidikan dan pelatihan vokasi.

PEMERINTAH akan menggenjot pendidikan vokasi tanpa mengabaikan pendidikan ilmu sains. Tiga model strategi akan diterapkan, mencakup perluasan model Balai Latihan Kerja (BLK), peningkatan mutu sekolah menengah kejuruan (SMK), dan Politeknik.

"Seiring kemajuan teknologi digital, dan tingginya tenaga kerja yang berpendidikan SMP, pemerintah sepakat fokus menggenjot vokasi. Tentu tanpa mengabaikan pendidikan ilmu sains," kata Menko Perekonomian Darmin Nasution pada Dies Natalis XI Pendidikan Program Vokasi UI di Depok, kemarin.

Darmin menyoroti masih rendahnya kualitas lulusan vokasi khususnya jenjang lulusan SMK karena banyak lulusannya yang menganggur.

"Di antara penyebab rendahnya kualitas lulusan SMK karena mata pelajarannya banyak yang normatif, sedangkan mata pelajaran skill minim, "ungkapnya, seraya mengusulkan SMK yang tidak produktif agar digabung saja.

Menurut Darmin, banyaknya SMK yang didominasi kalangan swasta terjadi karena pemerintah provinsi dengan mudahnya mengeluarkan izin. "Mestinya SMK dibuka jurusan kekinian sesuai kebutuhan," pungkasnya.

Dalam acara yang bertepatan dengan Dies Natalis ke-11 Program Vokasi UI itu dilakukan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) penyelenggaraan pelatihan daring besertifikasi antara Universitas Terbuka (UT) dan Program Vokasi UI.

Rektor UT Ojat darojat yang didapuk memberikan orasi ilmiahnya dalam kesempatan itu, menekankan pentingnya pengintegrasian serta pemanfaatan teknologi, informasi, dan komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi.

"Pengintegrasian teknologi digital dalam proses pendidikan dan pelatihan menjadi kebutuhan baru dalam meningkatkan daya jangkau dan perluasan akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat. Making higher education open to all," kata Ojat dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Pendidikan Jarak Jauh :Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Pemerataan dan Peningkatan Kualitas SDM.

Dengan online learning sebagai moda utamanya, pendidikan tinggi jarak jauh (PTJJ) dapat melayani mahasiswa yang lebih besar dan merata, seperti Indira Gandhi National Open University (IGNOU) sebanyak 4.000.000 mahasiswa, Open University of China (OUC) 2.700.000 mahasiswa, dan UT Indonesia melayani 320.000 mahasiswa. (Bay/H-2)

BERITA TERKAIT