22 July 2019, 22:54 WIB

Moeldoko: Bangun Bangsa Butuh Kerja Sama Semua Elemen


Putra Ananda | Politik dan Hukum

SINERGISITAS seluruh elemen bangsa dari unsur agamais, nasionalis seperti TNI dan Polri serta partai politik menjadi komponen penting untuk menjaga negara.

Demikian disampaikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, saat menjadi narasumber dalam dialog peradaban bangsa nasionalis, Islam, dan TNI bertema "siapa melahirkan republik harus berani mengawalnya" di Kantor DPP PA GMNI, Jakarta Pusat, Senin (22/7).

"Keterlibatan semua pihak sangat diperlukan untuk menjaga negara ini. Karena harus diakui tanpa adanya sinergi dari semua pihak sulit membangun kekuatan ideal sebuah negara," ungkap Moeldoko.

Baca juga: Surya Paloh: Kami Sepakat Pertahankan Solidaritas

Dalam kesempatan tersebut Moeldoko menambahkan tidak mudah mengelola negara besar dengan letak geografis Indonesia yang berpulau. Diperlukan doktrin pembinaan teritorial kepada seluruh unsur lembaga negara.

"Kelompok nasionalis dan kelompok agama Islam jangan ragukan kesetiaan TNI," jelas mantan orang nomor 1 di TNI tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini menuturkan peoses politik juga merupakan salah satu cara merawat bangsa. Melalui peoses politik dapat melahirkan pemimpin yang bisa mewukudkan masyaealat adil, makmur, dan sejahtera.

"Kebijakan pemimpin itu harus terkait langsung dengan kemahsyalatan pemimpinnya. Bagi NU siapapun pemimpinnya sepanjang bisa menjalankan amanahahirnya kemahsyalahatan bagi masyarakat. Maka itu kita dukung," ungkap Helmy.

Helmy juga menyinggung proses bertemunya Presiden Indonesia terlilih Joko Widodo (Jokowi) dengan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Menurutnya pertemuan kedua tokoh bangsa tersebut merupakan invetasi kedewasaan berdemokrasi di masa depan.

"Sekarang saat ini pekerjaan rumah kita adalah mengurangi kesenjangan ekonomi," jelasnya.

Sementara itu, Sekjend PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menuturkan bahwa pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pada Oktober mendatang harus didasari pada kerja sama yang sinergis mengenai pembumian Pancasila. Begitupun dengan koalisi yang akan ditentukan mendatang.

"Koalisi yang dibangun Pak Jokowi hanya akan benar jika berpijak pasa sejarah pembentukan Republik ini," ungkap Hasto.

Hasto melanjutkan pemerintahan ke depan dapat berjalan stabil dengan belajar dari sejarah pendirian bangsa. Menurtu Hasto Jokowi pasti ingin meninggalkan legacy terbaik pada periode pemerintahannya yang kedua.

"Tentu legacy ini bisa tercipta jika kekuatan gotong royong dijadikan sebagai fondasi," ungkapnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT