22 July 2019, 23:15 WIB

Hasil di Istora Memprihatinkan


Cahya Mulyana | Olahraga

LEGENDA bulu tangkis nasional Rudy Hartono mengaku sedih melihat pencapaian junior-juniornya di Indonesia Terbuka 2019 yang hanya menyabet satu emas dari pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Peraih delapan emas di All England itu mengaku tidak bisa berbuat banyak karena bukan bagian dari organisasi yang membina para pebulu tangkis Indonesia.

"Prihatin sampai enggak bisa beri komentar atas kegagalan tuan rumah berprestasi maksimal (di Indonesia Terbuka)," ucapnya kepada Media Indonesia, kemarin.

Menurut dia, keprihatinan yang dirasakannya tentu menjadi perasaan yang juga menimpa seluruh masyarakat yang mencintai bulu tangkis. Bisa sangat menyedihkan jika Marcus/Kevin juga gagal meraih medali emas. Seandainya itu terjadi, Rudy mengatakan pasti tidak bisa berkata apa pun.

Rudy menilai, para pemain Indonesia kurang dalam hal fisik, teknik, dan mental.Kekurangan itu menyebabkan pemain Indonesia berguguran, bahkan meski tampil di hadapan publiknya sendiri. Ketiganya merupakan kombinasi yang menjadi batu sandungan dalam usaha merebut medali emas dari para kompetitor.

Padahal, kata dia, sebagai tuan rumah kompetisi Super 1.000 itu, Indonesia seharusnya menargetkan minimal dua gelar juara. Namun, kenyataannya Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) selaku organisasi yang membina pebulu tangkis Indonesia hanya menginginkan satu.

"Kunci sukses juga harus mandiri dan fokus 100% di persiapan. Melihat capaian di Indonesia Terbuka, itu artinya kedua hal itu tidak terlihat di sebagian besar atlet kita saat ini. Kalau 2-3 tahun di pelatnas prestasinya enggak meningkat sudah pasti begitu. Apalagi kalau hasil latihan tidak memenuhi target," jelasnya.

Tunggu SEA Games

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti, menanggai usulan pergantian pelatih bagi Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie yang merupakan pemain tunggal putra. Menurutnya, ada banyak faktor yang perlu dinilai jika harus mengganti pelatih.

"Kami melihat banyak faktor yang dinilai, tidak hanya saat kalah. Kita juga lihat saat kemenangan seperti apa," kata Susy.

Permintaan untuk mengganti pelatih sebelumnya diungkapkan mantan atlet bulu tangkis nasional, Taufik Hidayat, setelah kecewa dengan kekalahan Anthony Ginting dan Jonatan Christie di Indonesia Terbuka.

Menurut Susy, masukan terkait dengan pergantian pelatih yang disampaikan Taufik melalui merupakan bentuk perhatian dari seorang legenda bulu tangkis terhadap keberlangsungan prestasi nasional.

"Tentunya masukan dari para legenda sangat luar biasa, tapi kita lihat secara teknis, kalahnya seperti apa. Kalau lihat pada saat menang sebulan lalu, All Indonesian Final di Selandia Baru perlu jadi pertimbangan juga," kata Susy.

PBSI, lanjut Susy, akan mengevaluasi penampilan pebulu tangkis nasional seusai perhelatan SEA Games 2019 dari sisi permainan, kesiapan, hingga mencermati situasi kritis poin. (Ant/R-3)

BERITA TERKAIT