22 July 2019, 17:45 WIB

Seru-seruan di Hologram Jakarta Tempo Dulu di Monas


Rizky Noor Alam | Weekend

MI/ Rizky Noor Alam
 MI/ Rizky Noor Alam
Salah satu tampilan gambar hologram yang akan ditampilkan di Monas Week 2019.

INGIN merasakan suasana Jakarta dari era pra kolonial hingga kemerdekaan? Maka anda bisa datang ke Monas Week 2019 yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Di pameran ini kita seolah bisa berada di suasana ibukota tempo dulu secara tiga dimensi (3D). Hal ini hadir lewat visualisasi teknologi hologram.

"Visualisasi tiga dimensi dalam teknologi hologram akan menimbulkan minat dan kecintaan lebih dalam masyarakat Jakarta akan sejarah kotanyam Masyarakat akan dibawa menikmati tampilan holografi yang apik kondisi kota ini mulai era pra kolonial, era kolonialz serta era kemerdekaan. Pengunjung seolah-olah akan dibawa menggunakan mesin waktu untuk melihat secara langsung sosok ibukota tercinta dari masa ke masa," ungkap kreator hologram, Adi Panuntun dalam konferensi pers di Jakarta (22/7).

Seperti yang diketahui, Jakarta memiliki sejarah panjang dan dikenal dengan berbagai nama sejak didirikan hingga bertransformasi menjadi kota metropolitan yang modern. Diawali dengan sebutan Sunda Kelapa di masa Kerajaan Sunda dan Jayakarta, hingga berubah menjadi Batavia, Djajakarta hingga akhirnya menjadi Jakarta sampai saat ini.

Penyelenggaraan Monas Week sendiri dilakukan di dalam museum dan kawasan Monas mulai tanggal 23 Juli hingga 31 Juli di Museum Sejarah Nasional Tugu Monas dan terbuka untuk umum. Pameran sendiri dilakukan setiap hari kecuali hari Senin dan terbagi menjadi 6 waktu pertunjukan dimana setiap pertunjukan berdurasi 25 menit. Adapun waktu pertunjukannya dimulai pada 11.00-11.25, 13.00-13.25, 15.00-15.25, 16.00-16.25, 17.00-17.25, dan 19.00-19.25.

"Kami berharap, hadirnya Monas Week akan menarik setiap warga DKI Jakarta khususnya, terutama para generasi mudanya agar mereka bisa mengetahui sejarah kota ini dengan baik sehingga menimbulkan kepedulian untuk terus menjaga dan merawat kota ini," imbuh Adi.

Adi mengaku idenya membuat pertunjukan ilusi hologram adalah untuk mengemas sejarah dalam konteks kekinian. Sebelumnya dirinya juga pernah membuat video mapping di Museum Fatahillah pada 2010 silam. (M-1)

Baca juga: Orang Bahagia Mencari Orang Asing, Orang Sedih Cari Teman

BERITA TERKAIT