22 July 2019, 12:00 WIB

Prajurit TNI Gugur Saat Mengamankan Pembangunan Jalan Trans Papua


Antara | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Ilustrasi 

KEPALA Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi mengatakan seorang prajurit TNI gugur ditembak ketika sedang menjalankan tugas mengamankan pembangunan jalan trans Papua di Kabupaten Nduga.    

"Gerombolan separatis Nduga kembali berulah. Seorang anggota pengamanan pembangunan jalan trans Papua gugur sebagai pahlawan pembangunan," kata Aidi di Kota Jayapura, Papua, Minggu (21/7).
   
Menurut dia, peristiwa itu tepat di lokasi pembangunan jembatan Sungai Yuguru sebagai bagian dari proyek strategis nasional jalan trans Papua Wamena-Mumugu, di Distrik Yuguru, Kabupaten Nduga, Papua.  Pada saat itu telah terjadi aksi penembakan oleh kelompok separatis Berenjata (KSB) yang diduga dari kelompok Egianus Kogoya terhadap pasukan TNI yang sedang melaksanakan pengamanan pembangunan jembatan Yuguru-Kenyam.    

"Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (20/7) pukul 12.45 WIT, saat anggota TNI sedang melaksanakan istirahat, sholat, makan (Isoma). Secara tiba-tiba mendapatkan serangan yang muncul dari semak belukar dengan jarak sekitar 300 meter dari kedudukan prajurit yang sedang Isoma," terangnya.

Kejadiannya terbilang sangat singkat. Serangan dilakukan dengan tembakan rentetan yang muncul dari balik semak belukar secara hit and run.

Pelaku diperkirakan lebih dari satu orang. Pelaku di perkirakan berjumlah beberapa orang. Pasukan TNI berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran. Namun dengan pertimbangan keamanan karena medan belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan. Terkait peristiwa itu, pasukan TNI langsung melaksanakan konsolidasi dan pengamanan setempat. Setelah dilaksanakan pengecekan personel, ternyata satu orang prajurit atas nama Prada Usman Hambelo mengalami luka tembak di bagian pinggang sebelah kanan.    

baca juga: Putusan Dismissal MK melalui Pleno

"Kejadian tersebut segera dilaporkan ke satuan atas untuk mendapatkan bantuan heli dalam rangka evakuasi. Karena satu-satunya sarana angkutan menuju ke TKP hanya dengan pesawat heli."

Namun karena cuaca hujan di wilayah Nduga, proses evakuasi tidak dapat dilaksanakan pada hari itu. Berdasarkan laloran diterima bahwa korban Prada Usman Hambelo menghembuskan napas terakhir pada pukul 14.10 WIT. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT