22 July 2019, 09:52 WIB

Koalisi Gemuk Kurangi Check and Balances


Media Indonesia | Politik dan Hukum

ANTARA/Aprillio Akbar
 ANTARA/Aprillio Akbar
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarif Hasan 

Wawancara Media Indonesia dengan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarif Hasan terkait peran oposisi di pemerintah Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Bagaimana sikap Partai Demokrat jika nanti oposisi lemah lantaran banyak yang bergabung ke pemerintah?
Tentunya hal ini mengurangi check and balances. Padahal dalam check and balances itu sangat perlu untuk diefektifkan. Proses demokrasi itu kan bisa berjalan dengan baik apabila ada check and balances. Selain itu, adanya check and balances akan menguntungkan pemerintah yang berkuasa juga.

Menguntungkan seperti apa?
Menguntungkan karena oposisi bisa betul-betul mengawasi dengan baik program yang dijalankan pemerintah. Sehingga dia (pemerintah) akan bekerja dengan lebih efektif. Oposisi kan juga bisa memberikan masukan yang baik. Check and balances itu kan maksudnya begitu, bukannya destruktif, tapi konstruktif. Jadi sebetulnya adanya oposisi itu positif juga.

Sekadar penegasan, bagaimana arah Demokrat sendiri? Akan jadi oposisi atau masuk ke pemerintahan?
Hingga kini kita belum putuskan arahnya. Karena kita juga menunggu maunya pemerintah bagaimana dan seperti apa.

Apakah di internal Demokrat sudah ada pembicara­an soal arah partai 5 tahun ke depan?
Sebetulnya kita menunggu dulu respons dari pemerintah, tunggu respons dari Pak Jokowi dulu. Di internal masih pro dan kontra, tapi itu pasti akan dibicarakan di internal kita.

Kalau nanti Demokrat ditarik untuk bergabung oleh pemerintahan Jokowi dan disediakan kursi di kabinet, bagaimana?
Kami kan ingin melihat dulu program pemerintah Jokowi-Amin lima tahun ke depan. Apabila ada kecocokan, saya pikir kita kan sudah ada pengalaman juga selama 10 tahun kan. Jadi kalau pemerintah visi misi ke depannya itu kira-kira sama dengan apa yang kami inginkan yang tergambar dari 14 program prioritas yang pernah kami sodorkan ke pemerintah, ya tentunya baik buat Demokrat kalau diajak masuk (ditarik ke kabinet).

Jika melihat visi Jokowi kemarin, apakah sejalan dengan Demokrat?
Kelihatannya ada poin yang sama dengan Demokrat, yaitu menyangkut sumber daya manusia. Karena kami menginginkan sumber daya manusia ini menjadi prioritas, kesejahteraan rakyat menjadi prioritas. (Mir/P-4)

Baca juga: Demokrasi Perlu Oposisi yang Kuat

BERITA TERKAIT