20 July 2019, 18:59 WIB

Sumsel Rajut Persatuan Lewat Karnaval Kebhinekaan


Dwi Apriani | Nusantara

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Kemeriahan saat kegiatan karnaval kebhinekaan merawat kebersamaan dan kebhinnekaan.

MESKIPUN memiliki masyarakat yang sangat heterogen dengan beragam suku dan budaya, Provinsi Sumatra Selatan hingga kini masih menyandang predikat daerah dengan zero conflict. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah dan semua masyarakat di provinsi tersebut.

Hal itu diperlihatkan juga saat Karnaval Kebhinekaan dengan tema 'Wong Kito Galo Bersatu merajut Kebhinekaan membangun kebersamaan dalam keberagaman guna mewujudkan Indonesia Unggul' di Pelataran Benteng Kuto Besak, Sabtu (20/7). Kegiatan yang diinisiasi langsung oleh Polda Sumsel, Polresta Palembang, dan Polres Banyuasin bersama Pemerintah Kota Palembang itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-73 Bhayangkara dan menyambut Hari Kemerdekaan HUT ke-74 Republik Indonesia.

Berbagai pertunjukan atraksi secara bergiliran dipertontonkan mulai dari tari kolosal Nusantara, marching band, reog ponorogo, barongsai dan marawis. Semuanya dikemas dalam Karnaval Kebhinekaan yang diikuti oleh 23 Lapisan Masyarakat, Budaya, Agama, Pemuda, TNI, Polri, Komunitas, dan sebagainya.

Gubernur Sumsel Herman Deru menuturkan, masyarakat Provinsi Sumsel patut besyukur karena hingga saat ini  berkomitmen menyandang predikat zero konflik. ''Tidak lepas dari kinerja luar biasa kita semua, sebagai gubernur,  saya sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih luar biasa kepada seluruh masyarakat yang dengan sadar mempertahankan kebersamaan yang kita miliki,'' tuturnya.

Sementara, Wali Kota Palembang Harno Joyo mengatakan kegiatan karnaval
kebhinekaan ini bertujuan untuk membangun dan mewujudkan Indonesia yang
unggul sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia yang kaya akan kebergaman suku, budaya, ras, dan agama.

''Keberagaman inilah yang membuat Indonesia kaya yang disatukan dengan
Pancasila tepatnya sila ke 3 yang berbunyi Persatuan Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika,'' katanya.

Melalui mometum ini, Harnojoyo menghimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap terus menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia umumnya dan Provinsi Sumsel khususnya.

''Bangsa Indonesia ini dikaruniai oleh Allah dengan keberagamaan, mulai dari agama, suku, ras, dan budaya, namun tidak membuat kita terpecah belah. Mari kita terus kita rajut keberagamaan ini dengan persatuan dan kesatuan," ungkap Harnojoyo.

Harnojoyo menambahkan bahwa perbedaan pilihan dan cara pandang masyarakat memang wajar, tapi persatuan di atas segalanya.

"Pilihan politik boleh beda, cara pandang boleh beda, tapi tetap persatuan NKRI harga mati," katanya. (DW/OL-10)

 

 

BERITA TERKAIT