19 July 2019, 23:58 WIB

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp1,8 Triliun di Sektor Pariwisata


Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi

Antara/Sigid Kurniawan
 Antara/Sigid Kurniawan
kegiatan transaksi di Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) terus berupaya memajukan ekonomi kerakyatan yang terkait dengan sektor pariwisata. Salah satu upaya yang dilakukan Bank Mandiri adalah dengan menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Selama periode Januari hingga Juni 2019 Bank Mandiri mencatat telah menyalurkan KUR di sektor pariwisata senilai Rp1,8 triliun kepada 23.706 debitur.

Menurut SVP Micro Development and Agent Banking Bank Mandiri Zedo Fally, portofolio segmen KUR Pariwisata tersebut merupakan 17,16% dari total KUR Bank Mandiri di 2019.

“Salah satu daya tarik destinasi wisata adalah ketersediaan dukungan dari pelaku UMKM sektor jasa, seperti kuliner, transportasi, souvenir ataupun jasa terkait lainnya. Nah, seiring semakin pentingnya sektor pariwisata untuk mendatangkan devisa ke Indonesia, maka pelaku UMKM sektor jasa kepariwisataan perlu terus diperkuat agar bisa memenuhi kebutuhan wisatawan,” kata Zedo dalam pernyataan resmi, Jumat (19/7).

Zedo menambahkan, dalam penyaluran KUR Pariwisata ini, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan operator di berbagai destinasi wisata serta nasabah eksisting perseroan di bidang tour and travel.

Baca juga : Transaksi Digital Bank Mandiri Capai Rp552 Triliun di Triwulan II

“Kerja sama yang dilakukan seperti memberikan referral kepada pelaku usaha yang menjadi value chain nasabah sehingga bisa meningkatkan kelayakan untuk mendapatkan kredit,” katanya.

Secara umum, penyaluran KUR Bank Mandiri terbagi dalam skema KUR Kecilt sebesar Rp9,6 triliun, KUR Mikro Rp870 miliar, dan KUR TKI Rp13 miliar. Sedangkan pada tahun ini perseroan berencana menyalurkan KUR sebesar Rp25 triliun.

Zedo menuturkan, pada enam bulan pertama 2019 Bank Mandiri telah menyalurkan KUR produksi sebesar Rp5,3 triliun atau 50,96% dari total KUR tersalurkan.

Dari nilai tersebut, penyaluran ke sektor pertanian sebesar 17,12%, kemudian 30% ke sektor jasa produksi, 0,20% ke sektor perikanan dan 3,64% ke sektor industri pengolahan.

“Kami juga terus menjaga kualitas penyaluran KUR oleh tenaga pemasaran Bank Mandiri. Atas komitmen itu, rasio kredit bermasalah KUR kami juga terjaga sangat baik di bawah 0,53%,” tutupnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT