19 July 2019, 18:27 WIB

BI Yakin Penurunan Suku Bunga Tidak Picu Penarikan Dana


Heryadi | Ekonomi

ANTARA/Dhemas Reviyanto
 ANTARA/Dhemas Reviyanto
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dodi Budi Waluyo 

DEPUTI Gubernur Bank Indonesia (BI) Dodi Budi Waluyo menegaskan langkah Bank Indonesia yang menurunkan suku bunga menjadi 5,75% pada Kamis lalu tidak akan memicu penarikan dana dari dalam negeri. Pasalnya langkah tersebut juga dilakukan oleh banyak negara lainnya.

"Dengan suku bunga turun diferensial jadi tipis. Namun tetap sama karena ngara lain juga malakukan hal serupa. Ini menutup kekhawatiran dana keluar," kata Dodi pada acara pelatihan wartawan ekonomi di Medan, Jumat (19/7).

Dodi mencontohkan negara-negara tetangga seperti ASEAN, Korea Selatan, India dan lainnya telah melakukan labgkah serupa.Dia menjelaskan pemangkasan suku bunga itu akan mendorong nilai tukar semakin baik. 

"Contoh nilai tukar langsung mendekati Rp13.000 setelah suku bunga diturunkan," jelas Dodi.

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa BI menurunkan suku bunga setelah memastikan bahwa kondisi perlambatan ekonomi global dan kondisi ekonomi global terukur.

Baca juga: BI Sebut Cabai Picu Inflasi Juli 2019

Untuk ekonomi global, kata dia. penurunan itu terkait dengan perang dagang AS dan Tiongkok. Dodi mengatakan pasar melihat perang dagang (trade war) berlanjut. 

Hal itu menurutnya telah dikonfirmasi outlook oleh lembaga internasional seperti IMF. IMF menyebut kinerja negara maju dan berkembang menurun pada semester kedua. Performa ekonomi AS akan melambat pada semester dua tahun ini.

"Diperkirakan perang dagang itu akan berlangsung hingga election run (di AS). Karena ini merupakan bagian dari strategi kampanye Presiden As Donald Trump," jelasnya.

Di dalam negeri, dampak trade war itu membuat perdagangan melambat. Bukan hanya Indonesia yang mengalami penurunan ekspor. Negara maju dan asean juga mengalami hal yang sama. 

"Dampaknya konsumsi tertahan karena pendapatan ekspor berkurang. Ekspor sumber daya alam yang berkurang selanjutnya akan menurunkan kemampuan konsummsi," jelas Dodi.

Dampak berikutnya adalah permintaan produksi berkurang sehingga konsumsi tertahan dan produksi melambat. Untuk itu pemerintah harus emnaikkan belanja agar perekonomian dan investasi memvaik.

Langkah lain yang dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah kebijakan bank sentral untuk menurunkan suku bunga. 

"Itu salah satu langkahnya. Kebijakan lainnya adalah di bidang likuidiitas. Giro wajib minimum diturunkan," jelas Dodi. (A-4)

BERITA TERKAIT