18 July 2019, 22:30 WIB

Dharma Pongrekun: Penangkapan Enggak Selesaikan Masalah Korupsi


Melalusa Susthira K | Politik dan Hukum

MI/Bary Fathahillah
 MI/Bary Fathahillah
Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Irjen Dharma Pongrekun

WAKIL Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Irjen Dharma Pongrekun mengungkapkan pentingnya menumbuhkan rasa malu di masyarakat terhadap pelaku korupsi. Di mana, korupsi jutru dilakukan untuk mendapatkan pengakuan sosial dan harga diri yang sifatnya material.

"Orang mengejar-mengejar keuangan karena ingin membangun harga diri. Jadi pemahaman harga diri bukan hanya fisik, bukan karena harta. Nah, ini yang perlu dibangun kepada rakyatnya. Wong orang yang korupsi dihormatin," ujar Dharma di Pusdiklat Setneg, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (18/7).

Dharma menilai untuk memberantas korupsi di Indonesia tidak dapat hanya menitikberatkan dalam hal penindakan, melainkan harus memperkuat pula dari segi pencegahannya. Sehingga keuangan negara, kata Dharma, dapat terselamatkan.

"Penangkapan enggak pernah akan menyelesaikan masalah, tetapi harus ada jiwa mengayomi kepada bangsa. Begitu melenceng harus disetop, diberi peringatan. Itu yang disebut dengan memperkuat pencegahan di hulu, memproteksi keuangan negara, sebelum keuangan negara hilang. Kalau sudah hilang, pengembaliannya itu sama sekali tidak equal dengan yang dikeluarkan, paling 20%," tandas Dharma.

Baca juga: 192 Orang Lolos Seleksi Administrasi Capim KPK

Atas dasar itu, Dharma kemudian mengungkapkan pentingnya pemberian penghargaan atas prestasi baik yang dilakukan oleh para pejabat, dibandingkan dengan melulu memberikan hukuman guna meretas praktik lancung yang kian membudaya tersebut.

"Para pembuat UU hanya ingin menghukum orang, punishment ada sanksi pidana, tapi enggak pernah berpikir harus ada equal, harus reward. Jangan hanya larangan saja," tukas Dharma. (X-15)
 

BERITA TERKAIT