18 July 2019, 07:55 WIB

Anoreksia akibat Metabolisme


Media Indonesia | Humaniora

MI/Duta
 MI/Duta
Ilustrasi MI

PENELITI dari University of North Carolina, Amerika Serikat, dan King's College London, Inggris, mengungkapkan bahwa gangguan makan (anoreksia) bukan murni dipengaruhi kondisi kejiwaan seperti kecemasan, depresi, dan gangguan obsesif kompulsif.

Gangguan itu juga bisa disebabkan masalah metabolisme. Temuan tersebut diharapkan membuka pendekatan baru bagi dokter dalam mengobati anoreksia.

"Peneliti membandingkan DNA dari 17.000 penderita anoreksia dengan 55.000 orang sehat. Hasilnya, ada delapan gen yang meng-hubungkan anoreksia dan kondisi kejiwaan, juga menandai DNA yang berkaitan dengan pembakaran lemak, aktivitas fisik, dan memiliki resistensi terhadap diabetes tipe 2," ujar ketua tim peneliti yang juga ahli genetika, Gerome Breen. (Theguardian/Tes/X-7)

BERITA TERKAIT