17 July 2019, 09:05 WIB

Pengelolaan Blok Masela Hasilkan PDB US$153 Miliar


Atikah Ishma Winahyu | Ekonomi

INPEX Corporation (INPEX) melalui anak perusahaannya, INPEX Masela secara resmi telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah Indonesia terkait revisi rencana pengembangan Blok Masela atau plan of development (POD) LNG Abadi.

"Pemberitahuan persetujuan telah disampaikan Menteri ESDM Ignasius Jonan kepada INPEX sebagai operator proyek," kata Presiden dan CEO INPEX Takayuki Ueda dalam konferensi pers Launch of Abadi LNG Project.

Pemberitahuan persetujuan dilakukan di Istana Negara dan dihadiri Presiden Joko Widodo serta Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto.

Ueda menuturkan, selain menyetujui revisi POD, pemerintah juga setuju untuk mengalokasikan tambahan waktu tujuh tahun dan perpanjangan 20 tahun untuk kontrak kerja sama (KKS) Blok Masela sehingga periode diperpanjang hingga 2055.

"INPEX telah mencapai salah satu proses penting dengan diterimanya revisi POD dan perpanjangan periode KKS," tambahnya.

Managing Executive Officer INPEX Kenji Kawano mengungkapkan langkah selanjutnya yang akan dilakukan INPEX setelah mendapat persetujuan dari pemerintah Indonesia ialah melakukan front end engineering design (FEED) atau kajian konfigurasi proyek.

Setelah semua tahapan selesai, proses produksi diperkirakan akan dilakukan pada 2027.

"FEED akan dimulai tahun depan, biasanya butuh waktu dua sampai tiga tahun, setelah itu proses FID kami akan mulai tiga sampai empat tahun mendatang," jelasnya.

Sebagai informasi, proyek LNG Abadi akan dilakukan di Provinsi Maluku dengan luas wilayah sekitar 2.503 kilometer persegi. Kapasitas produksi yang akan dihasilkan proyek pengembangan LNG terbesar INPEX ini diperkirakan mencapai 10,5 juta ton per tahun (mtpa) gas alami, termasuk 9,5 mtpa LNG.

Kenji menambahkan bahwa berbagai sektor akan mendapat imbas positif dari proyek Blok Masela ini.

"Poyek ini dari mulai berproduksi sampai akhir tahun 2055 kira-kira akan menyumbangkan sekitar US$153 miliar PDB (produk domestik bruto). Kemudian akan juga meningkatkan pendapatan rumah tangga rumah tangga sekitar US$33 miliar," tutur Kawano.

Selain itu, proyek Blok Masela dinilai akan menyerap sebanyak 73 ribu tenaga kerja per tahun.

Pegang komitmen

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan Presiden Jokowi menyambut gembira kerja keras kedua belah pihak sehingga proses negosiasi yang alot bisa diselesaikan. Investasi yang bernilai besar ini, kata Presiden, akan sangat berarti untuk Indonesia.

"Diharapkan, INPEX akan commit dengan apa yang sudah tertuang di PoD dan apa yang dipersyaratkan dalam persetujuan Pak Menteri ESDM pada PoD itu," lanjut Dwi.

Selain menyampaikan harapannya tersebut, Presiden Jokowi juga ingin agar INPEX bisa memaksimalkan konten lokal dalam mengelola Blok Masela.

Tak hanya itu, Kepala Negara juga berharap tenaga kerja lokal bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

"Jadi nanti ada training-training untuk bisa meningkatkan kapabilitas dari SDM setempat," tutur Dwi.

Di sisi lain, Takayuki Ueda pun meminta agar pemerintah tetap konsisten dalam menetapkan kebijakan fiskal.

"Kami berharap pemerintah konsisten dengan kebijakan fiskalnya. Masela itu proyek jangka panjang, kalau ada perubahan peraturan di kemudian hari, kami tidak bisa kontrol," tandasnya. (Mal/E-1)

BERITA TERKAIT