16 July 2019, 22:45 WIB

Presiden Jokowi Tagih Solusi Masalah Sampah


(Mal/Dhk/H-1) | Humaniora

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
 ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo menilai masalah pengelolaan sampah belum ada progres penyelesaian. Di rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan kepala daerah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/7), Presiden menekankan agar pengelolaan sampah dikerjakan­ lebih serius.

Jokowi menyebut rapat soal pengelolaan sampah sudah beberapa kali dibawa ke Istana, tetapi belum ada kemajuan berarti. Ia pun menyesalkan hal itu. “Rapat terbatas mengenai sampah ini sudah kita lakukan seingat saya sudah enam kali, sejak saya jadi wali kota. Saya ngomong apa adanya. Saat jadi gubernur juga sama, tetapi sampai sekarang, saya belum mendengar ada progres yang sudah nyata dan jadi,” kata Jokowi.

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai salah satu solusi juga belum ada tanda-tanda yang menggembirakan. Jokowi pun bertanya kepada para menteri serta kepala daerah yang hadir, apa sebenarnya permasalahan yang menghambat pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah ini.

“Kita langsung saja menuju ke masalah saja. Ada yang menyampaikan PLN-nya Pak yang lamban. PLN ada? Tinggal nanti langsung saya perintah,” tegasnya. Jokowi menjelaskan perhatian pemerintah bukan pada produksi listrik, melainkan­ pada sampahnya.

Menurut Presiden, sejumlah masalah sampah baik di daratan maupun di laut harus segera diselesaikan. “Bagaimana Indonesia bisa keluar dari masalah sampah jika tumpukan sampah yang ada di darat saja belum bisa dibereskan.”

Di rapat yang dihadiri Wapres Jusuf Kalla, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Mensesneg Pratikno, dan beberapa menteri lainnya, Presiden pun meminta ada satu solusi yang benar-benar dihasilkan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak yang hadir di rapat tersebut mengemukakan Jawa Timur tengah membahas peraturan pengelolaan sampah yang kini digodok dalam perda di DPRD Jatim. “Ibu gubernur dan kita berharap untuk mewujudkan dan mendapatkan energi nofosil berbasis pembangkit listrik tenaga sampah bisa segara terealisasi. (Mal/Dhk/H-1)

BERITA TERKAIT