16 July 2019, 21:09 WIB

Blok Masela Diyakini Bakal Sumbang PDB hingga Rp2,000 triliun


Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi

PENGEMBANGAN lapangan gas abadi Blok Masela oleh Inpex Corporation diprediksi Managing Executive Officer INPEX Kenji Kawano, akan turut menyumbangkan produk domestik bruto (PDB) indonesia hingga lebih dari Rp2.000 triliun saat mulai beroperasi sampai akhir 2055 nanti.

Hal itu menurut Kawano didasarkan pada penelitian yang dilakukan Universitas Indonesia dan Universitas Pattimura Ambon berjudul Laporan Akhir-Permutakhiran Kajian Dampak Pengganda Lapangan Abadi dengan Skema Pengembangan Kilang LNG Darat.

Dalam penelitian itu, proyek Lapangan Abadi akan memberikan dampak positif di tingkat Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, hingga Nasional.

Sejumlah industri seperti pertambangan, manufaktur, pertanian, keuangan, real estate, layanan, perdagangan, hotel dan restoan, konstruksi, hingga transportasi dan komunikasi akan turut mendapat impas positif dari Blok Masela.

"Poyek ini dari mulai berproduksi sampai akhir tahun 2055 kira-kira akan menyumbangkan sekitar 153 miliar dollar Amerika Serikat PDB (produk domestik bruto). Kemudian akan juga meningkatkan pendapatan rumah tangga rumah tangga sekitar 33 miliar dolar AS," tutur Kawano.

Baca juga : Inpex Janji Blok Masela akan Mulai Produksi pada 2027

Di sisi lain, Presiden dan CEO INPEX Takayuki Ueda mengklaim proyek Blok Masela akan menjadi sumber utama pasokan liquefied natural gas (LNG) yang stabil bagi Indonesia serta negara lain di kawasan Asia dalam jangka waktu yang panjang.

"Proyek ini akan memberikan kontribusi yang signifikan termasuk pada pembangunan nasional dan membawa efek ganda khususnya di kawasan Timur Indonesia," tutur Ueda.

Ueda optimis proyek ini sangat kompetitif, sebab Lapangan Abadi Masela memiliki produktivitas yang baik dan salah satu lapangan dengan sumber gas terbesar di dunia.

Selain itu, proyek Blok Masela dinilai akan menyerap sebanyak 73 ribu tenaga kerja per tahun.

Meski sampai saat ini belum ada perjanjian jual beli gas dengan pasar, namun Ueda optimis akan mendapat pembeli dari dalam dan luar negeri.

"Jika nantinya ada pembeli di Indonesia misalnya perusahaan gas dan elektronik, tentu kami akan merasa senang. Mungkin negara di kawasan Asia seperti Jepang, Tiongkok dan Taiwan akan menjadi pasar potensial. Kami akan menjual pada pembeli yang penawarannya bagus," tandas Ueda. (OL-7)

BERITA TERKAIT