17 July 2019, 05:00 WIB

Blusukan ke Gunung? 1.005 Pemandu Siap Menemani


Irana Shalindra | Weekend

MI/ATET DWI PRAMADIA
 MI/ATET DWI PRAMADIA
Dalam tiga tahun, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia mengklaim telah mencetak 1.005 pemandu profesional.

Kegiatan wisata pendakian gunung kini semakin digemari masyarakat Indonesia. Kalau dahulu orang yang mendaki gunung mayoritas ialah kalangan pecinta alam, kini kegiatan mendaki gunung sudah menyebar ke berbagai kalangan dan usia. Oleh karena itu, ada baiknya jika para wisatawan pendaki memanfaatkan peran pemandu gunung agar dapat menikmati kegiatan dengan aman, selamat dan nyaman.

Saat ini, paling tidak ada 1.005 pemandu gunung profesional yang telah mendapat sertifikasi dari Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI). APGI, pertama dideklarasikan pada 15 Januari 2016 sebagai wadah bagi para pemandu gunung profesional di Indonesia. Profesional dalam arti telah memiliki standar kompetensi dan sertifikasi untuk pelaksanaan pekerjaan pemandu wisata gunung yang diakui di Indonesia.

Sampai dengan tahun ketiga ini, APGI telah melaksanakan 21 kali gelombang kegiatan bimbingan teknis dan sertifikasi kompetensi, dan berhasil mencetak 1.005 orang pemandu gunung profesional di berbagai daerah di Indonesia.

"Terakhir kali, APGI mengadakan bimbingan teknis dan sertifikasi kompetensi pemandu gunung secara bersamaan di Jakarta dan Bandung pada 22-23 Juni 2019," terang Sekjen APGI Rahman Mukhlis dalam keterangan persnya, Senin (15/7).

Menurutnya, keberadaan 1.005 orang pemandu gunung Indonesia ini sangat penting dalam rangka mendukung mendukung berkembangnya industri wisata petualangan Indonesia yang saat ini sedang tumbuh sangat pesat, khususnya di bidang wisata pendakian gunung.

BACA JUGA: 29 Mei jadi Hari Pariwisata Gunung Internasional

"SDM yang kompeten dan profesional, dalam hal ini pemandu gunung, ialah ujung tombak dalam mewujudkan pelayanan prima dalam wisata pendakian gunung," ujarnya.

Apalagi, lanjut Rahman, regulator --dengan memperhatikan masukan dari asosiasi-- kini tengah menggodok peraturan tentang pemanfaatan pemandu gunung profesional oleh para wisatawan pendaki, khususnya pendaki pemula. "Dengan adanya 1.005 pemandu gunung profesional, rencana kebijakan tersebut sudah semakin siap untuk diterapkan," kata dia. (RO/M-2)

 

BERITA TERKAIT