16 July 2019, 23:20 WIB

Karawang Waspadai Wabah Hepatitis A


(CS/JL/RF/AD/UL/FL/JS/FR/BB/FB/HS/N-2) | Nusantara

ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
 ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
 Pasien penderita Hepatitis A menjalani rawat inap di tempat-tempat tidur darurat (velt bed)

DERETAN kerugian warga akibat kemarau terus bertambah panjang. Selain kebutuhan pengairan dan air bersih yang terkendala, Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mewaspadai terjadinya wabah hepatitis A.

“Hepatitis A menjadi pantauan prioritas kami di musim kemarau. Penyakit ini sangat mudah menyebar di musim kemarau karena faktor kurangnya air bersih,” papar Plt Kepala Dinas Kesehatan, Nurdin Hidayat, Selasa (16/7).

Dia mengaku sudah mengerahkan anak buah untuk melakukan sosialisasi guna mencegah munculnya hepatitis A. “Sampai hari ini belum ada yang melapor adanya penjangkitan penyakit ini. Penyakit akibat kemarau yang sudah menjangkiti warga seputar gangguan pernapasan dan diare.”

Kekeringan yang berkepanjangan juga membuat lahan gambut di kawasan konservasi Wae Wuul, Desa Macan Tanggar, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terbakar. Pemicu kebakaran diduga dari ulah penggembala sapi yang se­ngaja membakar lahan agar rumput bisa tumbuh.

“Hampir setiap tahun, pada Juli-Agustus, selalu terjadi kebakaran hutan gambut di bukit ini. Sampai sekarang, belum ada pembakar yang ditangkap,” papar Sarifudin, 35, warga.

Kawasan cagar alam ini menjadi lokasi migrasi bagi hewan dilindungi, seperti komodo, rusa, kuda liar, dan kerbau. Lokasi ini bersebelah­an dengan Pulau Rinca, yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo.

Kebakaran di Kelurahan Lontong Pancur, Kecamatan Pangkalan Balam, Pangkalpinang, Bangka Belitung, diduga juga akibat keteledoran warga. “Penyebab kebakaran diduga puntung rokok yang dibuang sembarangan. Satu hektare lahan ludes, sebelum api bisa dipadamkan,” ungkap Kepala BPBD Bangka Belitung Mikron Antariksa.

Kemarin, akibat kemarau, harga cabai di banyak wilayah terus merambat naik. Harga termahal mencapai Rp80 ribu per kilogram untuk semua jenis cabai. (CS/JL/RF/AD/UL/FL/JS/FR/BB/FB/HS/N-2)

BERITA TERKAIT