16 July 2019, 17:18 WIB

Keseruan di Pameran Gim Terbesar Tanah Air


Galih Agus Saputra | Weekend

MI/Galih Agus Saputra
 MI/Galih Agus Saputra
 Pengunjung bermain salah satu gim laga di area gim retro, Bekraf Game Prime 2019.

Lulu Amelia, seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta, di Jakarta, tampak girang betul, Sabtu, (13/7) siang itu. Ia bersama empat orang kawannya datang ke Balai Kartini, Kuningan, Jakarta untuk menghadiri salah satu ajang pameran gim terbesar di Indonesia, yaitu Bekraf Game Prime 2019.

"Iya, kami memang sudah berencana untuk berakhir pekan di sini. Selain lokasinya gampang dijangkau, di sini ada banyak game online dan board game yang boleh dicoba. Kami berlima sering bermain board game, jadi kali ini hitung-hitung sambil lihat yang baru begitu," tutur remaja berhijab merah muda itu sambil tertawa.

Sementara itu, Ardian Lukman, seorang pemuda dari Depok, Jawa Barat terlihat begitu semangat di samping kawannya yang sedang bermain gim laga. Kepada Media Indonesia, ia mengaku terkejut ketika tidak sengaja melewati area gim retro, yang ternyata salah satu konsolnya sedang memutar gim favorit di masa kecilnya.

"Dari dulu memang sudah sering dengar komunitas retro seperti ini. Tapi ini kebetulan baru lihat langsung di sini. Seru juga, sambil nostalgia. Saya gantian sama mereka mainnya," katanya.

Bagi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, gim bukanlah sekedar hiburan, namun juga dapat menjadi alat edukasi, periklanan, dan bahkan bisa berkontribusi terhadap perkonomian nasional. Berangkat dari alasan itulah, pada kesempatan ini mereka kembali menggelar Bekraf Game Prime (BGP) yang telah berlangsung secara rutin sejak 2016.

Dalam gelaran tersebut, Bekraf tidak hanya menyuguhkan produk gim. Mereka turut menghadirkan para pengembang, investor, maupun publisher, dan turut mengundang pemain gim itu sendiri untuk mendukung proses tumbuh-kembang ekosistem gim tanah air.

Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari mengatakan bahwa, saat ini gim memang telah menjadi salah satu fenomena yang cukup menarik di industri kreatif.

"Baik dilihat dari para konsumen dan kreator gimnya sendiri, sehingga perlu adanya jembatan antara para developer gim lokal dengan para gamer mainstream agar potensi pasar gim tanah air kita bisa diketahui, serta meningkatkan market share produk-produk gim lokal sehingga dapat berkembang dan bersaing sampai ke tingkat global," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, dewasa ini jumlah pemain gim di Indonesia sudah semakin menanjak. Pemain gim daring di Indonesia telah mencapai angka 60 juta, di samping nama sejumlah tim sport-e tanah air juga semakin populer baik di aras nasional maupun global. Dengan adanya perkembangan tersebut, jika pada 2018 lalu BGP telah sukses menyedot animo lebih dari 16.000 pengunjung dalam tiga hari penyelenggaraannya, tahun ini mereka memperkirakan jumlah pengunjung yang hadir mencapai 18.000 orang.

Adapun tema dalam BGP tahun ini ialah "Game is the Future of Sport, Entertainment and Business". Dengan tema tersebut, Bekraf yakin bahwa BGP 2019 tidak hanya menjadi gelaran industri gim terbesar di Indonesia, namun juga menjadi salah satu gelaran industri gim papan atas di kawasan Asia Tenggara.

Beragam sensasi
Secara keseluruhan gelaran BGP 2019 kali dibagi menjadi beberapa bagian. Selain dapat bermain broad game dan gim retro secara gratis, pengunjung juga dapat mencicip gim dengan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) yang digadang-gadang sebagai teknologi gim masa depan.

Ada juga simulator balap mobil yang memberi kesempatan pengunjung untuk beradu ketangkasan dengan pengunjung lain, serta area photo booth, maupun pameran action figure dimana pengunjung juga dapat berburu koleksi terbarunya di sana.

Tak kalah seru, pecinta gim tanah air bahkan dapat menyaksikan, mendukung, atau terlibat dalam turnamen sport-e yang dihelat dalam BGP 2019. Turnamen berlangsung selama dua hari, dengan sejumlah tim sport-e semi profesional hingga profesional turut terlibat dalam pertandingan tersebut. Ada nama-nama tim seperti RRQ, Aerowolf, Louvre, Island of Gods, GGWP Esports, The Prime, dan Saints Indo, serta Bigetron yang turut bergabung dalam ajang bertajuk 'Clash of Titans: Mobile Legends' itu.

Louvre adalah tim sport-e yang akhirnya tampil sebagai juara dalam final ajang 'Clash of Titans: Mobile Legends', pada Minggu, (14/7). Usai melewati beberapa babak yang cukup sengit, tim yang sebelumnya selalu berada di bawah bayang-bayang Onic eSport itu akhirnya mengangkat tropi juara di BGP 2019. Dalam laga final, Louvre unggul dari tim RRQ dan sebelumnya sempat mengalahkan tim Saints Indo.

Tak berhenti di situ, suasana juga sempat terasa cukup menengangkan kala tiba saatnya kreator gim lokal menanti penghargaan yang hendak diberikan dalam BGP 2019. Penghargaan ini diberikan Bekraf sebagai bentuk apresiasi terhadap pengembang gim Tanah Air yang berprestasi dalam satu tahun terakhir.

Dalam pengumumannya, BGP 2019 akhirnya memberikan penghargaan kepada gim 'Rage in Peace' sebagai gim terbaik atau yang termasuk dalam kategori 'Game of the Year'. Beruntungnya, pengembang gim berprestasi versi BGP itu nantinya juga hendak diboyong dalam sejumlah pameran gim di luar negeri, karena, menurut Hari, dewasa ini industri gim di Indonesia telah berkembang secara cukup signifikan.

"Growth-nya sejak 2015, tiap tahun itu bisa 25 sampai 30%. Data 2018 kemarin menunjukkan market size industri gim di Indonesia sudah mencapai 1 milyar US dollar yang artinya sudah naik dua kali lipat. Namun sedihnya, dari sekian banyak itu peranan perusahaan gim Indonesia hanya 0,4%. Ini lah yang membuat persoalan menjadi urgent dan perlu ditanggapi secara serius, dimana Bekraf lantas mencoba menanganinya dari hulu ke hilir," tuturnya. (M-2)

BERITA TERKAIT