17 July 2019, 06:45 WIB

Kambing Peka Terhadap Emosi Kawannya


Galih Agus Saputra | Weekend

AFP/Justin Sullivan
 AFP/Justin Sullivan
Peneliti mendapat petunjuk bahwa kambing ternyata dapat membedakan konten emosional dalam sebuah panggilan yang dilakukan kawannya.

Layaknya manusia, kambing ternyata juga memiliki kepekaan terhadap kondisi emosional kawannya. Apabila secara sederhana manusia biasa mengidentifikasi kondisi emosional orang di hadapannya melalui raut muka, kambing justru menggunakan suara untuk memahami sesamanya.

Kondisi itu diungkapkan dalam studi yang diterbitkan di jurnal 'Frontiers in Zoology'. Dalam jurnal tersebut, dijelaskan baru-baru ini sejumlah peneliti perubahan perilaku dan fisiologis kambing telah berupaya menguji hipotesis apakah mahluk non-manusia itu dapat membedakan antara panggilan terkait emosi positif dan negatif.

Dalam perkembangannya, mereka menemukan ketika panggilan berubah, kecenderungan kambing untuk melihat ke arah sumber suara juga berubah. Oleh karena itu, peneliti kemudian mendapat petunjuk bahwa kambing ternyata dapat membedakan konten emosional dalam sebuah panggilan yang dilakukan kawannya.

Mereka juga menemukan fakta variabilitas detak jantung kambing terlihat lebih besar ketika mendenggar suara atau panggilan positif,  begitu pula sebaliknya. Penemuan tersebut menjadi bukti kuat bahwa kambing tidak hanya mampu membedakan varian panggilan berdasarkan emosi yang mereka sampaikan, tetapi juga dapat memengaruhi perilaku kawannya.

Baca Juga: Kambing Menyukai Orang yang Tersenyum

Luigi Baciadonna, penulis sekaligus perwakilan dari Quee Marry mengatakan  terlepas dari pentingnya evolusi, "selama ini komunikasi sosial emosi pada hewan non-manusia masih atau belum dipahami dengan baik. Hingga saat ini hasil penelitian kami menunjukkan bahwa hewan non-manusia tidak hanya penuh perhatian, tetapi juga juga peka terhadap kondisi emosional individu lain".

"Mengekspresikan emosi menggunakan vokalisasi dan mampu mendeteksi dan berbagi keadaan emosi hewan lain dari spesies yang sama dapat memfasilitasi koordinasi di antara individu dalam suatu kelompok dan memperkuat ikatan sosial dan kohesi kelompoknya," ujar Elodie Briefer, co-koresponden penulis penelitian yang berbasis di ETH Zurich.

Pemimpin Penelitian, Alan McElligott menambahkan, upaya memahami keadaan emosi individu lain melalui vokalisasi dan dipengaruhi oleh vokalisasi tersebut memiliki implikasi penting bagi cara kita merawat hewan peliharaan. "Khususnya spesies ternak," katanya. (M-3)

BERITA TERKAIT