16 July 2019, 15:24 WIB

Tiga Kilogram Sabu Diamankan Polda Sumsel


Dwi Apriani | Nusantara

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Tiga Kilogram Sabu Diamankan Polda Sumsel.

KEPOLISIAN Daerah Sumatra Selatan (Sumsel) berhasil menangkap empat orang bandar narkoba dengan total barang bukti 3 kilogram sabu. Empat orang ini ditangkap di tempat yang berbeda. Keempatnya merupakan bandar narkoba jaringan Aceh, yang ditangkap di jalan Lintas Timur Palembang-Jambi dan di Lintas Tengah Lahat-Muaraenim.

Keempat bandar yang ditangkap Polda Sumsel adalah Sugianto,42, Jauhari,52, warga Palembang dan 2 warga asal Aceh, yakni Asrin,30, dan Zainudin,36.

"Kami berhasil mengungkap peredaran narkoba antar provinsi. Kami amankan dua bungkus besar dalam tas ransel sebanyak 2 kilogram dengan tersangka AS dan SG pada 8 Juli 2019, lalu pada 9 Juli tertangkap lagi tersangka ZA dan JAU
dengan satu kilogram sabu,"  kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli.

Dengan penangkapan itu, Firli mengatakan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel untuk melakukan kajian agar para bandar dijerat pasal dari Undang Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (UU TPPU). Upaya tersebut sebagai upaya untuk menjerat para bandar diketahui kerap mengirim barang haram dengan jumlah besar.

"Kita telah komitmen agar pelaku pidana narkoba dikenakan TPPU. Untuk jaringan ini masih kita kaji dulu," jelas Firli.

Sementara Dirnarkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Farman mengatakan keempat bandar narkoba ini sudah lama menjadikan Sumsel sebagai tempat tujuan pengiriman narkoba dan dijadikan pasar oleh para tersangka.

"Barang ini rencananya diedarkan di sini, Palembang sekitarnya. Kelompok ini berasal dari Aceh, sering bermain dalam partai besar antara 3-5 kilogram. Sesuai perintah Kapolda, ini akan kita kaji untuk dijerat dengan pasal UU TPPU dari kasusnya," ucap Farman.

Jenis barang narkoba sabu, kata dia, diduga kuat dari luar negeri dan transit di Aceh. "Lalu sabu ini dibawa ke medan dan dikirim ke Palembang menggunakan bus lintas provinsi. Barulah tiba di Palembang dan kita langsung amankan," jelas Farman.

Ia menjelaskan, keempat tersangka dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang 35 Tahun 2009 dan subsider pasa 112 ayat (2) UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. "Ancaman hukuman pidana penjaran paling singkat 5 tahun paling lama 20 tahun atau seumur hidup," paparnya. (OL-09)

 

BERITA TERKAIT