16 July 2019, 15:15 WIB

Gempa Bali Lukai Anak-Anak Sekolah


Arnoldus Dhae | Nusantara

Antara
 Antara
Polisi melihat kondisi bangunan SD No. 1 Ungasan yang rusak di bagian atap akibat gempa bumi di Badung, Bali, Selasa (16/7).


GEMPA yang mengguncang Bali menimbulkan korban luka-luka. Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Made Rentin menjelaskan dari hasil pendataan sementara, terdapat lima orang korban luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Kelima orang itu adalah ana-anak sekolah dan satu orang guru.

Di SDN 1 Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan terdapat tiga orang luka-luka terdiri dari dua siswa dan satu guru. Umumnya para siswa SD ini luka di bagian kepala karena tertimpa reruntuhan sekolah. Sementara dua korban luka lainnya ada di SMP Negeri 5 Mendoyo. Satu orang luka lecet cukup parah dan satunya lagi syok hingga pingsan.

"Semua korban luka sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat," ujarnya.

Selain lima korban luka baik ringan maupun berat, sebanyak 27 bangunan rubuh dan dan rusak. Bangunan yang rubuh umumnya adalah gedung sekolah di beberapa SD, pura dan asesoris lainnya. Kerusakan terparah berada di Kabupaten Badung yang dekat dengan lokasi gempa.
 
Dari catatan BPBD Bali, ada 21 gedung sekolah, pura, hotel dan mini market, perkantoran rusak. Sementara sisa lainnya tersebar di Jembrana, Buleleng, Gianyar, Denpasar. Hanya 5 kabupaten lainnya yang tidak mengalami korban luka-luka dan kerusakan bangunan yakni Karangasem, Bangli, Tabanan dan Klungkung.

baca juga: Gregoria Amankan Posisi Tunggal Putri Menuju Babak Kedua

Menurut Rentin, sekalipun guncangan gempa cukup keras dan dirasakan di seluruh Pulau Bali, namun dari koordinasi dengan pihak terkait diketahui operasional Bandara Ngurah Rai tetap berjalan normal. Rumah sakit dan berbagai infrastruktur penting lainnya tetap berjalan seperti biasa.

"Kondisi pariwisata Bali juga tetap kondusif, para wisatawan tetap melakukan aktifitasnya seperti biasa," ujarnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT