16 July 2019, 11:34 WIB

Program Bank BJB Bantu PNS Miliki Masa Depan Lebih Cerah


mediaindonesia.com | Ekonomi

Istimewa/BJB
 Istimewa/BJB
Rina Nurhayati Setiati SPd, pemilik Nafa Cafe di Jalan Sindang Kasih, Purwakarta.  

PT Bank Pembangunan Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) terus mendorong debitur untuk berpola produktif melalui penyaluran program Kredit Guna Bhakti (KGB). Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah Rina Nurhayati Setiati SPd, pemilik Nafa Cafe di Jalan Sindang Kasih, Purwakarta.  

Rina merupakan Kepala Sekolah SDN 4 Ciseureuh, Purwakarta. Di balik pengabdiannya, dia juga saat ini memiliki dua tempat usaha, berupa kafe di Jalan Tengah dan Jalan Sindang Kasih.

Rina mengaku, usahanya itu terbantu karena Program KGB. Sebab, KGB memungkinkan aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) untuk bisa berbisnis di luar tanggung jawab pekerjaan utama sebagai persiapan melanjutkan keberlangsungan ekonomi pasca pensiun.

Sementara itu, Pemimpin Divisi Corporate Secretary M As'adi Budiman menjelaskan bahwa KGB diberikan khusus untuk debitur berpenghasilan tetap seperti PNS, pegawai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan pegawai swasta yang berpenghasilan tetap yang payroll-nya gajinya telah atau belum disalurkan melalui Bank BJB.

"Selain itu, tempat dari debitur bekerja telah memiliki perjanjian kerja sama dengan Bank BJB yang sumber pengembaliannya berasal dari gaji debitur yang digunakan untuk keperluan multiguna," jelas As'adi Budiman.

Dalam program KGB, dipaparkan As'adi Budiman, angsuran kredit akan dipotong otomatis dari setiap gaji yang diterima pegawai setiap bulan. Besaran angsuran dapat disesuaikan dengan nilai penghasilan debitur yang mengacu pada tenor pengembalian. Untuk plafon pinjaman, dimulai dari nominal Rp10 juta hingga Rp500 juta. Adapun untuk tenor pengembalian dapat dimulai dari jangka waktu 12 bulan hingga 15 tahun.

”Untuk pengembangan kafe kedua ini, saya ambil plafond Rp210 juta untuk 10 tahun,” kata Rina. Ibu dua orang anak itu mengungkapkan, cabang baru kafe keduanya itu bisa buka karena pinjaman dari bank bjb. Sebab, dalam perjalanan pembangunan, kafe di Jalan Sindang Kasih sempat tersendat karena kurang biaya untuk furnitur.

Alhamdulillah, pinjaman dari Bank BJB lewat program KGB sangat membantu sekali untuk keberlangsungan usaha saya,” ujarnya istri dari Solihin itu.

Seiring majunya usaha, dan hambatan yang pernah terjadi, Rina mengaku, sempat diiiming-imingi bunga rendah oleh rentenir. ”Alhamdulillah saya tidak terbuai dengan hitung-hitungan dari rentenir. Bilangnya bunga rendah, tapi setelah dihitung ulang, eh membelit juga,” urainya sambil menambahkan, dengan mudahnya persyaratan dia berharap bisa mengembangkan lagi cabang baru kafe miliknya.

Selain itu, Bank BJB memberikan penawaran menarik bagi debitur KGB yakni dengan menggelar program undian berhadiah umrah. Prog­ram tersebut diselenggarakan dalam rangka meningkatkan loyalitas nasabah dan telah dilakukan rutin sejak 2015. Program ini merupakan bentuk apresiasi bank bjb kepada nasabah kredit konsumer.

Pada 2018, Bank BJB berkesempatan memberangkatkan sebanyak 175 nasabah muslim. Sementara untuk pemenang undian debitur nonmuslim, Bank BJB menyediakan perjalanan ke Holyland. Beberapa tujuan diantaranya perjalanan menuju Betlehem bagi pemeluk nasrani, Sungai Gangga di India untuk Hindu, dan Nepal bagi penganut Budha.

KGB memiliki fitur penyisihan dana sebesar 1 kali angsuran dari hasil pencairan kredit di rekening tabungan debitur, karena itu saldo dapat digunakan sewaktu-waktu bila ada hal yang tidak terduga dikemudian hari, pun dapat memacu budaya menabung dengan menambah saldo Tabungan Masa Datang karenanya saldo tersebut tetap memperoleh jasa bunga tabungan.

Usaha-usaha yang dilakukan oleh debitur di daerahnya mendukung program pemerintah yang  didukung Bank BJB eperti OVOC, One Product One Pesantren, Pesat, dan BJB Bisa sebagai salah satu luncuran produk yang mengarah literasi keuangan. (OL-09)

 

BERITA TERKAIT