16 July 2019, 00:45 WIB

Warga Terganggu Keberadaan Pengungsi


Put/J-2 | Megapolitan

MI/ROMMY PUJIANTO
 MI/ROMMY PUJIANTO
Spanduk penolakan terhadap keberadaan para imigran.

SETELAH 1.100 pencari suaka dipindahkan ke gedung eks Kodim di Kalideres, masalahnya tak berarti selesai. Terbukti warga Kalideres menolak keberadaan mereka. Alasannya, tidak ada sosialisasi dan merasa terganggu.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Taufan Bakri, menegaskan fasilitas penampungan pencari suaka hanyalah sementara. Pemprov DKI akan berupaya membahas nasib pengungsi dengan pemerintah pusat.

"Nanti dipikirkan oleh pimpinan tertinggi kapan lagi digeser dari lokasi tersebut. Kan pengungsi di bawah Menkopolhukam, bukan kita," kata Taufan saat dihubungi Senin (15/7).

Menurut Taufan, jika warga terganggu, pihaknya meminta maaf. "Tapi itu akan dapat simpati oleh dunia internasional bahwa pemerintah pusat dan daerah membantu pengungsi. Itu disorot internasional. Kalau kita ada bencana juga dibantu oleh internasional," tegasnya. (Put/J-2)

BERITA TERKAIT