15 July 2019, 23:00 WIB

Jatiluhur Menuju Wisata Dunia


Reza Sunarya | Nusantara

DOK PJT II
 DOK PJT II
The 1st Jatiluhur Stand Up Paddle and Kayak Exhibition di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

RIDWAN Kamil tahu betul apa yang harus ia lakukan di Waduk Jatiluhur, yang berada di wilayah Kabupaten Purwakarta. Gubernur Jawa Barat yang berpengalaman membangun potensi wisata di Kota Bandung itu yakin potensi kawasan bendungan ini bisa dimaksimalkan.

"Saya melihat ada satu dimensi yang belum dimaksimalkan di Jatiluhur, yakni potensinya untuk pariwisata. Kita bisa membangun Jatiluhur seperti Maldives," tutur Kang Emil, Minggu (14/7).

Di sela penyelenggaraan The 1st Jatiluhur Stand Up Paddle & Kayak Exhibition 2019 di Waduk Jatiluhur itu, ia mengaku sudah mendapat gambaran bagaimana masa depan ditancapkan di wilayah ini. "Nanti, ada hotel terapung, restoran terapung, jetski, dan olahraga lain yang bisa menunjang sport tourism di daerah ini," paparnya.

Menurut arsitek lulusan Institut Teknologi Bandung ini, fungsi Waduk Jatiluhur selama ini terbatas pada pengembangan bidang pelayanan air. Selain menjadi penggerak pembangkit listrik tenaga air, air baku Jatiluhur juga digunakan sejumlah perusahaan daerah air minum.

Padahal, lanjut dia, Jatiluhur dan masyarakat sekitarnya sangat potensial mendapat keuntungan besar dari sektor pariwisata. "Saya yakin, potensi wisata Jatiluhur bisa ditingkatkan hingga empat kali lipat dari sekarang ini."

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan bantuan, dalam bentuk anggaran dan kemudahan perizinan. Dengan kerja sama pemprov dan pemerintah kabupaten, Kang Emil yakin, Jatiluhur bisa tampil lebih baik dan bermanfaat.

Transformasi perusahaan

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Jatiluhur, U Saefudin Noer mengungkapkan jajarannya tengah fokus untuk melakukan transformasi. Mulai dari membentuk kultur perusahaan yang melayani, berkelanjutan dan selalu menciptakan peluang-peluang baru bagi perusahaan.

"Kami sedang memperbaiki bisnis dan prosesnya, termasuk menggali sumber-sumber pendapatan baru," tambahnya.

Saat ini, papar dia, Waduk Jatiluhur bukan hanya sebatas penyedia air baku atau pembangkit listrik. Jasa Tirta II juga berusaha mengoptimalkan sumber pendapatan lain, seperti pemanfaatan lahan, waduk, dan pinggir waduk. Kegiatan paddle board menjadi salah satu ajang meraih pendapatan.

Dia menambahkan gelaran The 1st Jatiluhur Stand Up Paddle & Kayak Exhibition 2019 bertujuan untuk lebih memperkenalkan Perum Jasa Tirta II sebagai badan usaha milik negara yang mengelola Jatiluhur. Perusahaan ini juga menguatkan motivasi untuk mengembangkan sektor wisata Jatiluhur.

Even yang sama, kata dia, diharapkan juga ikut membantu mengangkat kreativitas warga lokal, terutama yang menjadi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. "Kami juga terus mendorong ekonomi kreatif warga sekitar waduk lebih berkembang."

Dengan sejumlah rencana yang sudah dan akan digulirkan, Saefudin yakin pengembangan sektor wisata air Jatiluhur bisa terwujud. "Ini akan memberi manfaat besar, seperti meningkatkan fungsi sosial perusahaan, fungsi konservasi dan penataan lingkungan yang lebih baik," tandasnya.

Ia optimistis penyelenggaraan stand up paddle akan membuat Jatiluhur lebih dikenal. "Stand up paddle tengah digemari dunia. Saya berharap penyelenggaraan acara ini juga bisa membawa Jatiluhur dikenal di dunia."

Acara itu diramaikan oleh dua komunitas yakni Stand Up Paddle Indonesia dan Komunitas Kayak Indonesia. Dari kedua komunitas tersebut, terhitung sekitar 80 peserta telah tergabung untuk mengikuti eksebisi ini.

Sejumlah tokoh dan selebritas dunia juga menyukai olahraga ini. Di antaranya pemilik Facebook, Mark Zuckerberg. Di Tanah Air ada Susi Pudjiastuti, Ridwan Kamil dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto. (Des/N-2)

BERITA TERKAIT