15 July 2019, 15:45 WIB

Perlu Koordinasi Antarkementerian untuk Bangun Ekonomi Kreatif


Nur Aivanni | Ekonomi

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Menko Perekonomian Darmin Nasution (tengah) 

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan bahwa salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk membangun ekonomi kreatif adalah melakukan koordinasi antarkementerian/lembaga. Hal itu disampaikannya dalam acara sosialisasi Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional 2018-2025 (Rindekraf).

"Namanya usaha kreatif pasti adalah kombinasi, kerja sama dengan beberapa kementerian/lembaga dan masyarakat," kata Darmin dalam sambutannya di Perpustakan Nasional RI, Jakarta, Senin (15/7).

Diakui Darmin, memang tidak mudah melakukan koordinasi antarkementerian/lembaga. Namun, koordinasi tersebut tetap harus dilakukan.

"Ya koordinasi, kerja sama. Tidak bisa tidak. Artinya gini, koordinasi itu perlu juga dasar hukum. Sekarang yang namanya Perpresnya, nanti ada undang-undangnya sehingga koordinasinya pasti lebih mudah," katanya.

Selain kerja sama antarkementerian/lembaga, kata Darmin, juga diperlukan upaya membangun kualitas sumber daya manusia dan membangun ekosistem.

Baca juga: BI Dorong Kopi Jadi Produk Unggulan Ekspor

Ia pun berharap bidang ekonomi kreatif ke depannya bisa mengambil peranan penting dalam perekonomian Indonesia.

Pasalnya, kata dia, perkembangan di bidang ekspor-impor sampai saat ini tidak terlalu menggembirakan.

"Kalau lihat ekspor impor kita, perkembangannya tidak begitu menggembirakan sampai hari ini. Kita harap ekonomi kreatif mengambil peranan yang semakin penting," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan sosialiasi Perpres 142/2018 dilakukan agar semua pemangku kepentingan mempunyai pemahaman yang sama dalam mengimplementasikan arah kebijakan dan strategi pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

"Untuk mencapai integrasi program dan kegiatan maka dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang intensif antar Kementerian/Lembaga agar pelaksanaan Rindekraf menjadi optimal," tandasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT