15 July 2019, 13:45 WIB

Mengeruk Sukses di Turki Melalui Indomie


Andhika Prasetyo | Ekonomi

Dok Kemendag
 Dok Kemendag
Suasana di pabrik Indomie di Turki

Indomie mengawali perjalanan di Turki pada 2010. Kala itu, Indofood bekerja sama dengan perusahaan lokal, mendirikan Adkoturk Gida Sanayi, sebuah badan usaha yang awalnya berperan sebagai distributor Indomie.

Cakupannya pun tidak besar, hanya di Adana, kota kecil di Turki bagian selatan.

Chief Financial Officer (CFO) Adkoturk Yusuf Hermawan Achmad mengakui ada banyak hambatan yang dihadapi saat pertama memasuki pasar Turki. Perbedaan budaya menjadi tantangan terbesar karena masyarakat setempat saat itu tidak mengenal dan tidak pernah memakan mi instan.

"Sangat sulit meyakinkan penduduk Turki untuk mencoba menu baru yang berbeda dari budaya mereka," ujar Yusuf melalui keterangan resmi, Senin (15/7).

Lambat laun, Adkoturk mencoba memperluas jaringan dengan melakukan riset. Mereka mencari tahu bagaimana pasar di negara tersebut merespons Indomie dan selera apa yang paling digemari konsumen.

Dari hasil riset, diketahui bahwa penjualan melalui jaringan ritel lebih dominan dari pada pasar tradisional.

Baca juga: Bulog Bersiap Buang Beras Turun Mutu

Hingga akhirnya, pada pertengahan 2011, Adkoturk membuka kantor cabang di Istanbul agar lebih dekat dengan kantor pusat jaringan ritel di Turki.

Promosi untuk memperkenalkan Indomie terus dilakukan dengan gencar, mulai dari beriklan secara konvensional, bekerja sama dengan para koki selebritas, melibatkan penerbangan internasional, dan mengundang murid-murid sekolah mengunjungi pabrik Indomie.

Selain itu, promosi juga dilakukan di media sosial yang dinilai paling efektif saat ini untuk menarik minat konsumen khususnya kalangan milenial.

Setelah cukup yakin dengan pasar yang dimiliki, Adkoturk memutuskan membangun pabrik di Tekirdag, wilayah Turki bagian barat.

"Kami memutuskan berinvestasi di sini karena penduduk Turki sangat nasionalis. Mereka sangat cinta produk lokal. Sekitar 80% restoran di Turki hanya menjual makanan asli dari negara tersebut. Inilah yang membuat kami memutuskan berinvestasi dan mendirikan pabrik di Turki sehingga produk kami terhitung produk lokal," terang Yusuf.

Melalui pabrik tersebut, Adkoturk mampu menghasilkan 550 ribu karton Indomie per bulan.

Yusuf mengatakan pihaknya pun berencana menambah kapasitas produksi hingga satu juta karton per bulan.

"Kerja keras dan strategi pemasaran yang tepat telah membuat Indomie melesar begitu hebat. Penjualan Indomie pada 2018 naik sepuluh kali lipat dibandingkan lima tahun sebelumnya. Indomie sekarang dapat ditemukan di 340 jejaring toko ritel yang ada di seluruh Turki," tandasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT